Selasa, 06 November 2018

Studi Banding Paguyuban Gapoktan Kecamatan Trenggalek Ke Magetan

Studi Banding Paguyuban Gapoktan Kecamatan Trenggalek Ke Magetan

Selain itu, Paguyuban Gapoktan Kecamatan Trenggalek pada studi banding kedua dilakukan di Kelompok Agro Lawu yang terletak di kaki gunung Gunung Lawu, disana semua rombongan yang berjumlah sekitar 50 orang menyaksikan tanah yang tandus di rubah menjadi tanah yang subur
Caping Gunung Indonesia - Kemarin Senin (05/11/2018) Paguyuban Gapoktan Kec.Trenggalek studing banding yang berjumlah 50 orang dari Kecamatan Trenggalek. Studi banding tersebut dilakukan di dua tempat seklaigus. Tempat pertama yang dikunjungi oleh Paguyuban Gapoktan Kecamatan Trenggalek di Desa Sidokerto, Magetan Jawa Timur.

Disana mendapatkan ilmu tentang Pembuatan Klinik Pertanian. dalam Klinik itu ada dua cara pembuatan Agen Hayati, yaitu :
  • Mol (Pupuk Cair)
Manfaat mol adalah :

Sebagai starter dalam komposisi bahan organik

Sebagai starter untuk pupuk organik cair bagi tanaman

Penyedia nutrisi bagi tanaman

Membantu penyerapan unsur hara

Syarat pembuatan MOL :

Bibit , Makanan dalam bentuk glukosa, Makanan dalam bentuk karbohidrat

Sumber Mikroorganisme :

Buah-buahan, Rebung , Bonggol pisang, Sayuran, Keong mas, Terasi, Nasi basi
  • Pembuatan Persinab (Pestisida Nabati)
Bahan-bahan Pestisida Nabati :

Ramuan tumbuhan obat (Empon-empon)

Mengandung bahan racun (Gadung, ubi kayu tahun, pocung, jenu dll)

Tumbuhan Berkemampuan spesifik

Kelebihan Persinab : Tidak menimbulkan pencemaran tanah dan air, Bahan sangat mudah diperoleh, mudah dibuat, Relatif aman bagi manusia, ternak

Kekurangan Persinab : Tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak dapat disimpan lama, harus lebih sering aplikasi.

Selain itu, Paguyuban Gapoktan Kecamatan Trenggalek pada studi banding kedua dilakukan di Kelompok Agro Lawu yang terletak di kaki gunung Gunung Lawu, disana semua rombongan yang berjumlah sekitar 50 orang menyaksikan tanah yang tandus di rubah menjadi tanah yang subur yang memanfaatkan pupuk kandang (kompos) yang kurang lebih selama 7 tahun untuk pemulihan tanah tersebut dengan dosis 50 ton per ha per tahunnya. "Kata Pak Kasbi, Selaku Ketua Kelompok Agro Lawu" #nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia

0 comments:

Posting Komentar

Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate