Rabu, 03 Oktober 2018

13 Dari 14 Kecamatan Di Trenggalek Alami Kekeringan

13 Dari 14 Kecamatan Di Trenggalek Alami Kekeringan
Wilayah yang mengalami krisis air rata-rata terjadi di kawasan pegunungan, seperti Kecamatan Dongko, Panggul, dan Bendungan. Namun beberapa wilayah datar juga ikut terdampak seperti Kecamatan Trenggalek dan Pogalan.
Caping Gunung Indonesia - Bencana kekeringan di Trenggalek meluas hingga ke 42 desa, dari sebelumnya hanya belasan desa. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanggulangan dengan memberikan bantuan air bersih.

Kabag Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Trenggalek Triadi Atmono mengatakan 42 desa yang terdampak tersebut berada di 13 kecamatan dari total 14 kecamatan yang ada. Lonjakan daerah yang mengalami krisis air terjadi dalam dua pekan terakhir.

"Sebelumnya hanya 15 desa yang terdampak, karena kemarau masih terus berkepanjangan akhirnya bertambah hingga mencapai 42 desa tadi. Kecamatan yang tidak terdampak itu hanya Gandusari," kata Triadi, Selasa (2/10/2018). Wilayah yang mengalami krisis air rata-rata terjadi di kawasan pegunungan, seperti Kecamatan Dongko, Panggul, dan Bendungan. Namun beberapa wilayah datar juga ikut terdampak seperti Kecamatan Trenggalek dan Pogalan.

Untuk mengatasi dampak krisis air itu, Pemkab Trenggalek melalui BPBD terus memberikan bantuan air bersih yang dikirimkan ke masing-masing wilayah terdampak. Selain itu pemerintah juga mengerahkan armada PDAM untuk membantu proses distribusi air.

"Pak Bupati juga sudah koordinasi dengan Direktur PDAM terkait strategi penanganan kekeringan ini," ujarnya. Dijelaskan Triadi, bencana kekeringan di kabupaten yang dipimpin Emil Dardak tersebut pada tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya, ini terjadi karena musim kemarau yang berlangsung lebih lama. Dampaknya sumber-sumber air yang ada di perkampungan warga banyak yang mengering dan tidak dapat difungsikan, bahkan beberapa sungai juga kering total.

Meski demikian Triadi meminta masyarakat korban kekeringan tidak perlu khawatir, karena selain dari pemerintah daerah, program penanganan dampak kekeringan juga dibantu langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.

"Jadi untuk anggaran penanganan kekeringan tidak hanya dari APBD, tapi provinsi dan pusat juga ikut membantu," tandas Triadi.#nur_cgo
Sumber, Berita Indonesia

0 comments:

Posting Komentar

Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate