Sabtu, 21 April 2018

Akhir Kisah Marmun Yang Dipasung Selama 20 Tahun

Akhir Kisah Marmun Yang Dipasung Selama 20 Tahun


Caping Gunung Indonesia - Marmun (46), warga Dusun Ngepring, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, Trenggalek, kini bebas. Sebelumnya dia dikerangkeng oleh keluarga selama 20 tahun karena sering mengamuk dan dianggap membahayakan lingkungan sekitar.

Pembebasan Marmun dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek, Puskesmas Pule, dan instansi pemerintah setempat, Jumat (20/4/2018). Tim telah berkomunikasi dengan pihak keluarga dan diizinkan bertindak.

Marmun dikerangkeng di bilik berukuran 1x2 meter yang terletak 20 meter dari rumah keluarga. Saat dibebaskan, kondisi pria lajang ini mengenaskan. Ia tak mengenakan busana, tak dapat berdiri karena kakinya kaku. Tepat di depan tempat duduk Marmun terdapat kotorannya sendiri. Kepala Seksi Disabilitas Dinsos P3A Trenggalek, Sri Winarti, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari camat dan pemerintah desa setempat. Kesehatan Marmun telah dicek oleh petugas puskesmas.

Mengapa Marmun dipasung, bahkan hingga puluhan tahun? Salah satu kerabat, Marmo, menceritakan semasa kecil dan remaja, Marmun beraktivitas layaknya anak-anak lainnya. Sekolah, juga mengaji. Dia juga sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

Menginjak usia 19 tahun, muncul gelagat mencurigakan. Marmun sering mengamuk dan bertingkah laku aneh. Mengetahui kondisi tersebut pihak keluarganya tidak tinggal diam dan mencari pengobatan. Jalan yang ditempuh bukanlah pengobatan medis, melainkan ke dukun maupun orang pintar. Upaya keluarga tidak membuahkan hasil, Marmun terus mengalami depresi dan sering mengamuk."Kalau pengobatan ke medis memang belum, paling-paling ke dukun," ujar Marmo. 
Hal senada diungkapkan Kepala Dusun Ngepring Sulasno. Menurutnya, saat masih hidup normal Marmun tergolong anak yang pintar. Dia juga dikenal sebagai anak yang pandai mengaji.

"Anaknya itu baik, bahkan sebelum dikerangkeng itu dia sering mengaji di masjid situ. Namun kemudian dia sering mengamuk dan beberapa kali membahayakan warga dan keluarga," kata Sulasno.

Marnun pernah nyaris membunuh ayah kandungnya sendiri dengan menggunakan kapak. Beruntung saat itu kapak yang dihunjamkan Marmun tersangkut di kayu yang ada di dalam rumahnya.

Dari beberapa peristiwa itulah akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk memasung Marmun di bilik sempit pinggir pekarangan. Pihak keluarga tetap memberikan makan Marmun.

"Sebetulnya ini sudah berkali-kali dikasih pakaian, tapi oleh Marmun dilepas sendiri, hingga akhirnya tidak memakai busana sama sekali," jelas perangkat desa ini

Tak sepatah kata pun terucap dari Marmun. Ia hanya duduk sambil merangkul kedua kakinya.Petugas terlebih dahulu memotong rambut dan kumis Marmun,. Marmun dimandikan. Proses tersebut berjalan lancar. Marmun tidak menunjukkan reaksi penolakan. Setelah itu dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek dengan menggunakan mobil dinas sosial.

"Ini dibawa ke ruang Nusa Indah atau ruang khusus orang dengan gangguan jiwa. Kami sudah pesankan kamar di sana. Untuk lamanya perawatan tergantung dari kondisi pasien. Karena ini ada penyakit fisik maka dibutuhkan pemeriksaan dari dokter yang lain juga," ujar Winarti. #nurul_cgo
 

0 comments:

Posting Komentar

Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate