Kamis, 04 Juni 2015

Malangnya Bocah 8 Tahun,Terpaksa Mengemis Karena Ibu Sakit Jiwa

Malangnya Bocah 8 Tahun,Terpaksa Mengemis Karena Ibu Sakit Jiwa
Para tetangga mengaku sebenarnya sangat kasihan dan prihatin dengan kondisi Deka, namun mereka tak bisa berbuat banyak sebab jika memberi bantuan atau mencoba menyekolahkan ibunya pasti mengamuk dan melabrak mereka.

CapingGunung Indonesia _JOMBANG -Malang nasib Deka Dwi Mahardika, bocah 8 tahun putra kedua dari Nurhayati (32), warga Dusun Tebu Ireng Desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Pasalnya disaat teman sebayanya pergi sekolah, Deka hanya duduk termenung dan sesekali berjalan ke depan makam Gus Dur untuk mengemis dan mengharap belas kasih dari warga yang datang berziarah. 

Deka mengaku tidak berani sekolah dan harus putus saat masih duduk di bangku kelas 1 SD, karena dilarang oleh ibunya yang diduga menderita gangguan jiwa sejak berpisah dengan sang ayah yang kini hidup di Blitar bersama kakaknya.
Menurut Deka, jika nekat sekolah ia justru dimarahi, bahkan para tetangganya yang membantu Deka sekolahpun tak luput dari amukan sang ibu.

Oleh sang ibu, Deka justru disuruh mengemis dan jika pulang ke rumah tidak membawa uang atau makanan, bocah tersebut akan menjadi sasaran amukan sang ibu bahkan hingga dipukul.
Para tetangga mengaku sebenarnya sangat kasihan dan prihatin dengan kondisi Deka, namun mereka tak bisa berbuat banyak sebab jika memberi bantuan atau mencoba menyekolahkan ibunya pasti mengamuk dan melabrak mereka.

"Beberapa tahun ini kondisi kejiwaan ibunda Deka memang terganggu sehingga setiap kali kambuh sering membuat warga di sekitarnya resah," kata tetangga bernama Lutfi.

Lutfi berharap pemerintah turun tangan menangani masalah ini agar Deka dapat hidup normal seperti anak-anak lain sebayanya.

"Apalagi selain Deka saat ini masih ada adiknya yang berusia sekitar 3 tahun hidup terus dikurung di dalam rumah bersama ibunya," sebut Lutfi.

Menurut Lutfi , bocah malang tersebut dalah putra kedua dari Nurhayati. Kakak kandung Deka kini sudah bisa hidup lebih baik setelah tinggal bersama ayahnya di Blitar.

Dikatakan, beberapakali warga mencoba membantu dengan memisahkan Deka dari ibunya atau mengirim Deka ke rumah ayahnya di Blitar.
"Namun ibunda Deka selalu mengamuk bahkan mengancam akan membunuh warga jika ada yang berani memisahkan dirinya dengan Deka. Kami berharap pemerintah mau turun membantu menyekolahkan Deka atau mengobatkan ibunnda deka ke rumah sakit jiwa," pungkasnya.#Yunia_CGO





0 comments:

Posting Komentar

Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate