Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Rabu, 20 Maret 2019

Berita Indonesia 40 Tersangka Narkoba, Termasuk CEO Burning Sun


Polisi Tetapkan 40 Orang Tersangka Kasus Narkoba, Termasuk CEO Burning Sun
Caping Gunung Indonesia-Polisi telah menetapkan 40 orang termasuk CEO kelab Burning Sun, Lee Moon Ho, sebagai tersangka kasus distribusi dan penggunaan narkoba.
Dikutip dari Soompi, Senin (18/3/2019) kabar tersebut disampaikan pada konferensi pers yang digelar oleh pihak kepolisian metropolitan Seoul.

"Setelah insiden Burning Sun, kami telah menetapkan 40 individual sebagai tersangka (kasus narkoba). Di antaranya, terdapat 14 pegawai Burning Sun. 17 tersangka lainnya berasal dari kelab lain," ungkap pihak kepolisian.

9 orang dari total 40 tersangka juga terlibat dalam kasus distribusi Gamma-Hydroxybutyrate (GHB), obat terlarang yang diduga digunakan untuk melakukan perkosaan terhadap wanita.

"Kami telah menangkap sembilan individual yang tak hanya menggunakan narkoba, namun juga mendistribusikannya secara online. Pada kasus CEO Lee, kami akan menyelidikinya sebagai tersangka distribusi dan penggunaan narkoba pada 19 Maret pukul 10.30," jelas pihak kepolisian lebih lanjut.

Sebelumnya, Lee Moon Ho telah membantah dirinya menjalani penyelidikan polisi atas penggunaan obat-obatan terlarang di masa lalu. Ia juga sempat membantah penggunaan GHB di kelab Burning Sun.
sumber

Mendapat Kekerasan, Tsania Marwa Mengaku Hampir Kehilangan Nyawanya

Mendapat Kekerasan, Tsania Marwa Mengaku Hampir Kehilangan Nyawanya
"Saya merasa itu sudah membahayakan untuk nyawa saya karena jujur di dalam saya ngerasa ada momen yang, 'Wah sudahlah mungkin saya akan meninggal. Saya badan kecil ngelawan lelaki tiga orang sudah nggak mungkin saya menang',"
Caping Gunung Indonesia - Tsania Marwa menceritakan kondisi mencekam saat dirinya bermaksud mengunjungi kedua buah hatinya di kediaman sang mantan suami, Atalarik Syah. Di situ, ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari tiga pria sekaligus.

Ketiga orang itu adalah Atalarik Syah, Atilla Syah, dan Doni. Menurut penuturan Tsania Marwa, mereka melakukan kekerasan verbal yang berujung pada tindakan fisik.

Bahkan, Tsania Marwa sempat merasa akan kehilangan nyawa lantaran harus melawan tiga pria sekaligus.

"Saya merasa itu sudah membahayakan untuk nyawa saya karena jujur di dalam saya ngerasa ada momen yang, 'Wah sudahlah mungkin saya akan meninggal. Saya badan kecil ngelawan lelaki tiga orang sudah nggak mungkin saya menang'," ujar Tsania Marwa dalam jumpa pers di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Tsania Marwa memutuskan langsung meninggalkan rumah setelah mendapat perlakuan seperti itu. Namun saat hendak keluar, pihak Atalarik Syah lagi-lagi melontarkan kalimat pedas bernada ancaman.

"Terus pas saya lagi di dalam itu, saya keluar ada bahasa seperti ini 'lu laki-laki bertiga ngeroyok gue ya?'," sambungnya lagi.

"Terus pak Doni menjawab 'gue keroyok? gue keroyok, mati lu'. Jadi di situ saya tidak melebih-lebihkan, tapi memang saya merasa terancam dan ada momen di dalam rumah itu yang benar-benar saya ngerasa kalau mungkin saya akan kehilangan nyawa saya," Tsania Marwa menandaskan.#nur_cgo
 
Sumber, berita Indonesia 

Dibuang Ditempat Sampah, Mayat Bayi Ini Ditemukan Terlindas Truk

Dibuang Ditempat Sampah, Mayat Bayi Ini Ditemukan Terlindas Truk
Jasad bayi ditemukan sudah dalam berupa potongan. Bagian tubuhnya menempel di dalam tanah yang di atasnya terdapat jejak bekas ban."Bayinya kelindes truk, karena di tempat pembuangan sampah," lanjutnya.
Caping Gunung Indonesia - Temuan sesosok mayat bayi di tempat pembuangan sampah di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan menghebohkan warga. Jasadnya ditemukan tak utuh karena terlindas truk sampah.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu Iptu Jento Hasugian mengatakan, mayat bayi itu ditemukan pagi tadi oleh pemulung. Saat itu saksi pemulung sedang mencari barang bekas.

"Pemulung yang menemukan tadi pagi," kata Jento dalam keterangannya, Rabu (20/3/2019).

Jasad bayi ditemukan sudah dalam berupa potongan. Bagian tubuhnya menempel di dalam tanah yang di atasnya terdapat jejak bekas ban."Bayinya kelindes truk, karena di tempat pembuangan sampah," lanjutnya.

Jento menambahkan, jasad bayi itu sudah tidak berbentuk. Tidak diketahui juga apa jenis kelaminnya.

"Masih kita selidiki," tandas Jento.# nuir_cgo

Sumber, Berita Indonesia

Penyandang Disabilitas Mendapat Pelayanan Buruk Di RSUD Ttenggalek

 
 Penyandang Disabilitas Mendapat Pelayanan Buruk Di RSUD Ttenggalek
 
Caping Gunung Indonesia - Trenggalek, Seorang pendamping disabilitas mengaku mendapatkan perlakuan buruk di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Ia sempat diusir dokter poli umum saat mendampingi penyandang disabilitas.

"Kejadiannya (Sabtu) itu saat saya mengantarkan dua disabilitas ke RSUD untuk mendapatkan surat keterangan disabilitas. Satu dilayani dokter THT, sedangkan satunya atas nama Wahid saya dampingi ke poli umum," kata pendamping disabilitas, Taryaningsih, Senin (18/3/2019).

Saat datang ia dan kawan-kawannya sempat ditolak, lantaran rumah sakit tidak memiliki form surat yang diminta. Akhirnya seorang petugas memanggilkan dokter Sunarto, kepala pelayanan medis. Tarya kemudian memperlihatkan contoh dan akhirnya dibuatkan.

Setelah surat itu selesai dibuat, Tarya kembali ke poli umum. Tanpa diduga, ia dan Wahid mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari dokter.

"Ketika dokter memberi centang disabilitas fisik (lumpuh layu) saya berusaha mengingatkan CP itu bukan lumpuh layu dan ada kolom centang untuk CP sendiri, dokter lagsung teriak dokter luwih ngerti," ujarnya.Selanjutnya ketika dokter memberi centang pada disabilitas sensorik (wicara) Tarya berusaha menjelaskan jika CP tersebut implikasinya memang terjadi hambatan motorik & berbicara. Tapi bukan berarti masuk kategori disabilitas sensorik tunawicara.

"Masak iya formnya mau dicentang 3, Disabilitas fisik (lumpuh layu, CP) dan Disabilitas Sensorik (wicara). Kan jadi double handicap, dan kasihan teman-taman nanti sulit dapat kerja, kan surat ini mau dibuat melamar pekerjaan" imbuh Tarya.

Sang dokter justru marah-marah dan bilang ke pendamping disabilitas bahwa ia lebih mengerti. Tak hanya itu, dokter juga mengusir Tarya dari ruangan poli. "Kertasnya dijorok-jorokkan ke saya. Suruh ngisi sendri, katanya aku ini siapa, kok mau ngajari dokter, kemudian saya diusir dari ruangan," tambahnya

Akhirnya Tarya menemui kepala pelayanan rumah sakit dan menceritakan yang terjadi. Saat itu juga dokter Sunarto meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan dan membuatkan surat yang diminta dengan bantuan dokter Wiji.

Tarya mengaku prihatin dengan buruknya pelayanan salah satu dokter rumah sakit milik pemerintah tersebut. Terlebih yang dilayani adalah seorang disabilitas."Sama sekali tidak ramah disabilitas," lanjutnya. Sementara Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono melalui siaran pers membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga meminta maaf atas pelayanan yang kurang memuaskan itu.

"Sebetulnya dari awal sudah kami lakukan Fast Track (jalur cepat). Perlu kami jelaskan ada 8 indikasi pasien yang perlu dilakukan fast track dalam pelayanan rawat jalan di mana antreannya akan didahulukan pada saat pemeriksaan dokter," katanya.

Menurutnya, Wahid telah mendapatkan surat keterangan disabilitas seperti yang diinginkan meskipun sempat terjadi kesalahpahaman dengan dokter poli umum. Hal itu semata-mata lantaran belum tersedianya blangko Surat Keterangan (Suket) disabilitas.

"Mungkin masalah Hari Sabtu (16/3) kemarin tidak akan terjadi jika kami RSUD sudah ada informasi awal tentang Surat Keterangan (Suket) disabilitas ini," imbuh Sujiono. Manajemen rumah sakit juga telah mengambil langkah terhadap dugaan pelayanan buruk yang dilakukan oleh dokter poli umum. Dokter tersebut telah dipanggil dan dilakukan pembinaan internal oleh pimpinan rumah sakit.#nurul_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Selasa, 19 Maret 2019

Ada 1.360 Ton Ledakan Meteor Di Atas Laut Bering

Ada 1.360 Ton Ledakan Meteor Di Atas Laut Bering
NASA sendiri telah memiliki misi untuk menemukan dan mendeteksi 90% obyek dekat Bumi yang ukurannya lebih besar dari 140 meter pada tahun 2020. Tapi, yang harus dikhawatirkan justru objek dengan ukuran yang lebih kecil, karena mereka lebih sulit dideteksi dan lebih sering terjadi
Caping Gunung Indonesia - Meteor dengan bobot 1.360 ton meledak di atas permukaan Bumi dengan kekuatan 10 kali lebih besar dari bom atom Hiroshima. Ini merupakan ledakan meteor kedua terbesar yang pernah terjadi di Bumi dalam 30 tahun terakhir.

Ledakan ini diketahui terjadi pada 18 Desember 2018 di atas Laut Bering yang berada di antara Rusia dan Alaska, AS. Meteor ini memiliki diameter sebesar 10 meter dan terbang di atmosfer dengan kecepatan mencapai 115.200 km/jam, seperti dilansir detikINET dari BBC, Selasa (19/3/2019). Meteor ini kemudian meledak di ketinggian sekitar 25 kilometer dari permukaan laut, dengan kekuatan sebesar 173 kiloton. Menurut Planetary Defence Officer NASA, Lindley Johnson, ledakan meteor dengan dampak sebesar ini diperkirakan terjadi hanya dua atau tiga kali setiap 100 tahun. Ledakan ini sendiri masih lebih kecil dari ledakan meteor yang terjadi di kota Chelyabinsk, Rusia pada tahun 2013.

Ledakan yang terjadi di Chelyabinsk memiliki energi tumbukan sebesar 440 kiloton yang salah satu pecahannya merusak sebuah pabrik dan mengganggu internet di kota tersebut.

Tapi, walaupun termasuk salah satu ledakan meteor terbesar dalam beberapa tahun terakhir, ledakan yang terjadi di Laut Bering ini tidak diketahui orang banyak. Hal ini karena posisi Laut Bering berada sangat jauh dari populasi manusia.

"Itu sekitar 40% dari energi yang dilepaskan di Chelyabinsk, tapi itu terjadi di atas Laut Bering jadi tidak memiliki tipe efek yang sama atau muncul di berita," kata Near-Earth Objects Observations Programme Manager NASA, Kelly Fast.

"Itu hal lain yang kita punya sebagai pertahanan, ada banyak air di planet Bumi," sambungnya. Ledakan ini baru diketahui oleh NASA berkat satelit militer yang dimiliki oleh Angkatan Udara AS. Gemuruh dari ledakan ini juga dideteksi oleh detektor infrasound yang berada di seluruh dunia.

NASA sendiri telah memiliki misi untuk menemukan dan mendeteksi 90% obyek dekat Bumi yang ukurannya lebih besar dari 140 meter pada tahun 2020. Tapi, yang harus dikhawatirkan justru objek dengan ukuran yang lebih kecil, karena mereka lebih sulit dideteksi dan lebih sering terjadi.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Lagi, Polisi Amankan 6 Orang Pelaku Judi Di Tulungagung

Lagi, Polisi Amankan 6 Orang Pelaku Judi Di Tulungagung
"Polisi mengamankan enam orang pelaku terkait perjudian jenis klotok dan togel ," ujar waka polres Tulungagung Kompol Andik Gunawan kepada wartawan, Senin siang (18/ 03/2019)
Caping Gunung Indonesia - Polisi menggerebek arena perjudian jenis klotok dan Kletek.Selain itu pelaku judi Toto gelap tidak luput dari sasaran Polisi di kawasan Hukum Polres Tulungagung. Hasilnya, enam orang pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

"Polisi mengamankan enam orang pelaku terkait perjudian jenis klotok dan togel ," ujar waka polres Tulungagung Kompol Andik Gunawan kepada wartawan, Senin siang (18/ 03/2019).

Andik mengatakan keenam pelaku tersebut bernama AS (58) asal Desa Kedung cangkring Kec.Pagerwojo merupakan pelaku judi kletek, SB (25),Alamat Desa / Kecamatan Ngunut pelaku judi togel , M alias K ( 56) ), asal Desa Jengglung harjo kec.Tanggunggunung pelaku judi dadu atau klotok , HS Alias J (53) alamat Desa Sambitan kec. Pakel pelaku judi togel , P alias S (61) alamat Desa Sambitan Kec. Pakel pelaku judi togel dan Dy (45) alamat Desa Pakis rejo kec. Rejotangan semuanya asal Kabupaten Tulungagung .

Andik menambahkan penggerebekan tersebut berawal dari banyaknya informasi bahwa ada praktik perjudian di wilayah Hukum Polres Tulungagung.

Polisi langsung mendatangi lokasi. Ketika melihat petugas datang, para pelaku mencoba kabur, namun usaha para pelaku sia-sia karena petugas sudah mengepung mereka," ucapnya.

Selain menangkap enam pelaku, Polisi menyita papan kletek , 1 lembar beberan , 4 buah kelereng, 3 buah kursi plastik, 1 buah kantong kain untuk tempat uang, 2 buah kayu pengganjal, sejumlah uang senilai Rp 394 ribu yang digunakan untuk taruhan, 1 buah HP merk nokia warna hitam berisi catatan nomer togel , uang tunai sebesar Rp 120 rb, 1 buah batokan terbuat dari bola plastik, 1 lembar beberan bergambar lingkaran dari 1-6 , 1 buah lepekan terbuat dari kayu, 2 buah dadu warna hitam, uang tunai sebesar Rp 580 rb ,1 buah buku tafsir mimpi , 1 buah balpoint dan 1 buah rekapan nomer togel. Para pelaku langsung dibawa ke Polres Tulungagung untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan mereka dikenai pasal 303 KUHP Tentang perjudian dengan ancaman 5 Tahun penjara.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Keseruan Jalan-jalan Bersama TK Pertiwi Sumbergedong




Caping Gunung Indonesia - Rekreasi memang selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu untuk anak. Setelah memiliki aktivitas yang padat untuk pendidikannya, anak Anda juga membutuhkan rekreasi untuk melepas penat dan rasa bosan.Rekreasi dapat membuat anak-anak menjadi lebih fresh dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Tak heran, jika setelah selesai berekreasi, mereka juga menjadi lebih siap untuk kembali ke sekolah. 



 Begitu juga dengan TK Sumbergedong. Kemarin, Senin (18/03) mengadakan rekreasi dengan tempat tujuan Blitar yaitu Negeri Dongeng dan Kampung Coklat. Anak-anak terlihat sangat antusias terbukti pada saat perjalan menuju tempat anak-anak sering bernyanyi. Begitu juga pada saat perjalaan pulang anak-anak- tetap semangat seakan tidak punya rasa lelah setelah seharian berjalan-jalan. Sebenarnya apa saja sih manfaat dari Rekreasi untuk anak-anak??

Berikut ulasannya!

1. Mendapatkan Pengalaman Baru
Tempat rekreasi yang berbeda akan memberikan pengalaman baru lagi untuk anak. Karena, di setiap tempat rekreasi, anak akan belajar hal-hal baru dan bermain dengan wahana yang baru. Hal ini yang akan membentuk wawasan dan pengalaman baru yang berkesan untuk anak.

2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Saat rekreasi, anak-anak akan bertemu dengan teman-teman yang baru dikenalnya. Hal inilah yang akan membuat anak Anda berani untuk mencoba berkomunikasi dengan teman yang baru dikenalnya. Lalu, anak Anda juga akan mendapatkan kepercayaan diri saat mengobrol dan bermain bersama.

3. Meningkatkan Kreativitas
Rekreasi juga dapat membantu anak meningkatkan kreativitasnya. Misalnya saat memecahkan permainan, anak akan menggunakan kreativitas dan rasa ingin tahu untuk menyelesaikan permainannya. Bukan cuma itu, saat berani bermain pasir ataupun lumpur, biasanya anak akan mengasah kreativitasnya untuk membangun suatu bangunan.
Lalu saat bermain, anak Anda juga tidak akan takut kotor lagi, karena ia akan belajar untuk berani memegang pasir dan lumpur tanpa halangan. Akhirnya, anak Anda pun akan menjadi sosok yang pemberani.
 #nurul_cgo

 Sumber, Berita Indonesia
Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate