Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Selasa, 15 Oktober 2019

Polisi Tulungagung Sudah Kantongi Nama Pelaku Penyerangan

Polisi Tulungagung Sudah Kantongi Nama Pelaku Penyerangan

Dalam pemeriksaan sementara, kata Hendi motif penyerangan diduga dilatar belakangi perselisihan antar perguruan silat. "Diduga karena perselisihan perguruan (silat)," kata Hendi.

Caping Gunung Indonesia - Empat Pemuda diamankan Polres Tulungagung, Jawa Timur , terkait aksi penyerangan terhadap rombongan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang baru bubar usai apel akbar di Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Insiden penyerangan tersebut terjadi pada Minggu sore ( 13/10/2019 ) oleh sekelompok massa yang tidak dikenal saat melintas di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Atas penyerangan tersebut , Dua Orang Anggota Banser mengalami luka dan saat ini sedang menjalani perawatan Di Puskesmas Terdekat.

Atas Insiden tersebut , pada Senin Kemarin (14/10/2019 ) Puluhan anggota Banser mendatangi Mapolres Tulungagung, Menuntut Agar Polisi segera mengusut dan menangkap pelaku pengeroyokan dua anggotanya.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Setiadi menjelaskan , Polisi semenjak kejadian telah mengambil langkah - langkah yang maksimal, sudah memintai keterangan dari beberapa orang yang mengetahui kejadian serta keterangan korban.

" Mohon Doanya Pelaku Segera kita tangkap, yang diduga pelaku telah kita kantongi identitasnya secara lengkap namun posisi yang kita duga pelaku masih dalam penyelidikan mendalam untuk keberadaannya ," Terang Hendi  Senin malam ( 14/10/2019).

Dalam pemeriksaan sementara, kata Hendi motif penyerangan diduga dilatar belakangi perselisihan antar perguruan silat. "Diduga karena perselisihan perguruan (silat)," kata Hendi.

Disinggung tuduhan adanya pembiaran dari Polisi saat kejadian, Hendi menyatakan justru saat kejadian polisi berusaha melerai dua kelompok massa yang bertemu agar tidak terjadi keributan yang lebih besar.

" Polisi melerai kok Saat massa kedua pihak bertikai ,” kata Hendi .

Sebelumnya, acara apel akbar serta pembaretan Banser pada Minggu, (13/10/19) itu dihadiri langsung Ketua Umum GP Ansor NU Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Mendengar adanya insiden itu aparat kepolisian Tulungagung langsung bergerak cepat.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng Buka Suara

Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng Buka Suara

 Salah satu tersangka yakni Abdul Basyir Mokodongan yang mengungkap keterlibatan 'habib' saat Ninoy dipersekusi di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin 30 September 2019. Basyir mengungkap identitas 'habib' yang sesungguhnya.
Caping Gunung Indonesia - Para tersangka di kasus penganiayaan dan penyekapan pegiat medsos sekaligus relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng saling membuka peran masing-masing. Para tersangka juga membongkar keterlibatan tersangka lain di kasus tersebut.

Salah satu tersangka yakni Abdul Basyir Mokodongan yang mengungkap keterlibatan 'habib' saat Ninoy dipersekusi di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin 30 September 2019. Basyir mengungkap identitas 'habib' yang sesungguhnya.

Semula, Basyir tidak mengetahui identitas 'habib' itu hingga keduanya bertemu di kantor polisi sebagai tersangka di kasus tersebut.Basyir baru mengetahui nama 'habib' itu adalah Irshad Ahmad belakangan setelah bertemu di kantor polisi. Basyir juga baru mengetahui bahwa Irshad bukanlah keturunan Arab, melainkan Pakistan.

"Yang dipanggil 'habib' setelah saya tanya di sini, ternyata dia bukan seorang habib gitu. Cuma orang-orang mungkin, karena wajahnya kearab-araban makanya sering dipanggil 'Bib...Bib'," jelas Basyir.

Tersangka Abdul Basyir adalah orang yang menginterogasi Ninoy di masjid. Dia juga merekam video interogasi yang kemudian viral di media sosial. Dia juga menuntun Ninoy untuk bersumpah di bawah Alquran.

"Tujuannya mengambil sumpah ke Ninoy itu bertujuan agar dia berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya. Menyebarkan berita bohong," ujar Basyir.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia

Senin, 14 Oktober 2019

Nyiyiran Istri Di Medsos Akibatkan Aggota TNI Dihukum

Nyiyiran Istri Di Medsos Akibatkan Aggota TNI Dihukum

"Iya, dicopot dari jabatannya. Itu kan risiko, artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam. Kalau sampai begitu kan,"
Caping Gunung Indonesia - Eks Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi (HS) dan Serda J dihukum karena istrinya berkomentar nyinyir soal penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut penjatuhan hukuman tersebut resiko.

"Iya, dicopot dari jabatannya. Itu kan risiko, artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam. Kalau sampai begitu kan," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mengatakan, pemberian sanksi bagi anggota TNI sudah sesuai aturan."Ada aturan disiplin tentara, kemudian di situ ada kode etik. Ada semuanya, bukan nggak ada. Semua ada aturan," ujarnya.

Dalam waktu yang berdekatan, baik Kolonel HS maupun Serda J sama-sama disanksi oleh TNI. HS sebelumnya resmi dicopot dan digantikan oleh Kolonel Inf Alamsyah.Kolonel HS dan Serda J dinilai lalai melaksanakan perintah atasan terkait penggunaan media sosial di lingkungan TNI dan keluarganya.Sebelumnya, KSAD Jenderal Andika Perkasa mendorong dua istri prajurit TNI mem-posting hoax soal penusukan Menko Polhukam Wiranto agar diproses melalui peradilan umum. Andika menduga dua istri pajurit tersebut melanggar UU ITE.

"Kepada dua individu ini yang telah melakukan posting-an yang kami duga melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, maka akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum karena memang status 2 individu ini masuk dalam ranah peradilan umum," ujar KSAD Jenderal Andika Perkasa di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia

Sabtu, 12 Oktober 2019

Jokowi Bertemu SBY-Prabowo, Ada Apa?

Jokowi Bertemu SBY-Prabowo, Ada Apa?

"Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia. Masalah dunia yang menuju pada resesi. Bicara banyak. Masalah dalam negeri, masalah politik," kata Jokowi.
Caping Gunung Indonesia - Dalam dua hari ini, Presiden Joko Widodo bertemu dua tokoh penting. Mereka adalah Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi berbicara dengan dua tokoh itu di Istana Kepresidenan. Apa saja deal yang dihasilkan dari pertemuan-pertemuan itu?

Sebagaimana diketahui, yang pertama kali bertemu Jokowi adalah SBY. Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, pada Kamis (10/10/2019) lalu itu, Jokowi dan SBY membahas soal beberapa isu penting seputar permasalahan politik, ekonomi, keamanan, hingga urusan ekonomi.

"Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia. Masalah dunia yang menuju pada resesi. Bicara banyak. Masalah dalam negeri, masalah politik," kata Jokowi.
Soal apakah Demokrat akan bergabung ke pemerintahan, Jokowi belum memastikannya. Namun ia dan SBY sempat membahas hal tersebut.

"Ditanyakan ke Pak SBY langsung. Kita bicara itu tapi belum sampai sebuah keputusan," ucapnya.Jokowi pun mengaku SBY memberikan banyak masukan terkait periode keduanya. Hanya, Jokowi mengaku belum ada deal soal Waketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang santer diisukan akan masuk dalam kabinet sebagai menteri.

"Nggak sampai ke sana, belum sampai ke sana. (Nama AHY) belum," tegas Jokowi. #nur_cgo

Sumber, berita Indonesia

Jumat, 11 Oktober 2019

Kondisi Wiranto Makin Membaik

 
 
Caping Gunung Indonesia - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Dia menyebut kondisi Wiranto yang kena tusuk makin membaik.

"Membaik, saya komunikasi dengan beliau, pelan, bicaranya jelas kok," kata Agum di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).Agum mengaku prihatin dengan peristiwa yang terjadi terhadap Wiranto. Dia berharap polisi segera mengungkap jaringan dan motif penyerangan Wiranto.

"Ini satu kejadian yang di luar dugaan kita dan ini bagian dari teror, tidak mungkin ini berdiri sendiri, artinya kita serahkan sekarang kepada polisi untuk bisa mengungkap jaringan mana, motivasinya apa, biarkan polisi yang bekerja dan modal awal kita dua orang terduga ini harus dijaga, jangan sampai ada upaya untuk menghilangkan mereka. Kalau mereka hilang ya terputus, nah ini yang harus dijaga betul oleh polisi," jelas Agum.Dia mengatakan pengamanan harus diperketat. Menurutnya, masalah keamanan tergantung seberapa efektif penggunaan intelijen.

"Mereka tahu kita, kita tak tahu mereka. Teror itu bisa terjadi kapan saja di mana saja dengan cara apa saja terhadap siapa saja. Nah menghadapi ancaman seperti ini kuncinya terletak pada sejauh mana kita mampu memperdayakan intelejen kita," jelasnya.

Agum mengatakan informasi dari intelijen sudah bisa dijadikan dasar mengambil langkah tegas mencegah teror. Dia menyebut intelijen harus bekerja lebih keras."Kita harus bekerja lebih keras menghadapi ancaman seperti ini kuncinya intelijen. Intelijen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi," ujar Agum.


Wiranto ditusuk seseorang dengan senjata tajam seperti kunai atau pisau ala ninja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Selain Wiranto, ada tiga korban luka lainnya, yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, Fuad dan ajudan danrem.

Polisi juga sudah mengamankan dua orang terkait peristiwa ini, yaitu SA alias Abu Rara dan FA. Polisi menduga Abu Rara bagian jaringan JAD Bekasi.   #nurul_cgo


Sumber, Berita Indonesia

Wiranto Ditusuk di Depan Anak Sekolah, Ini Kemungkinan Dampak Psikisnya


Wiranto Ditusuk di Depan Anak Sekolah, Ini Kemungkinan Dampak Psikisnya
Caping Gunung Indonesia - Menko Polhukam Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal saat berkunjung ke wilayah Menes, Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019) siang. Kejadian ini disaksikan langsung oleh warga dan juga anak-anak sekolah yang kebetulan ada di lokasi.

"Memang beliau berkehendak menyapa. Terutama ada anak sekolah cukup banyak sambil memegang kamera HP. Kemudian melaksanakan ingin bersalaman atau berfoto," kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir kepada wartawan.

Terkait hal tersebut psikolog Rafika Ariani dari Tiga Generasi menjelaskan ada kemungkinan peristiwa menimbulkan dampak psikologis pada anak-anak. Saat peristiwa yang menghebohkan terjadi anak bisa merasa kaget, panik, takut, hingga tidak menutup kemungkinan trauma.

"Itu bentuk kekerasan di depan mata, buat anak-anak pasti ada efek psikologis," kata wanita yang akrab disapa Fika ini.

"Pertama mereka bisa kaget dulu, ketakutan juga melihat kejadian tersebut. Pasti panik karena semua heboh Pak Wiranto ditusuk," lanjutnya
Setelah kejadian berlalu, maka berikutnya tergantung dari kondisi tiap anak dan lingkungan sekitar. Penting bagi orang tua atau orang dewasa lainnya memberi anak penjelasan dan rasa aman agar ketakutan tidak lanjut berkembang menjadi trauma.

Anak-anak yang mengalami trauma bisa menunjukkan perubahan perilaku. Fika memberi contoh misalnya seorang anak jadi tidak mau keluar rumah, sering menangis, hingga berpikir berlebihan.

"Perhatikan bila ada perubahan perilaku anak karena takutnya ya bisa jadi trauma. Kalau sudah ada perubahan perilaku ya mungkin harus butuh penangan psikolog," pungkas Fika. Shelyn_cgo
Sumber.Berita Indonesia

Kamis, 10 Oktober 2019

Bocah Tersangkut di Teralis Jendela Lantai 4 Berhasil Diselamatkan

 
 
 
Caping Gunung Indonesia - Seorang balita di China secara mengerikan tersangkut dan menggantung di teralis jendela lantai empat sebuah apartemen setempat. Bocah berusia 4 tahun ini berhasil diselamatkan dalam upaya yang berlangsung dramatis.

Seperti dilansir CNN, Kamis (10/10/2019), insiden ini terekam video amatir yang menunjukkan bocah itu menggantung dari teralis besi yang terpasang pada salah satu jendela di lantai empat sebuah gedung apartemen di kota Linyi, Provinsi Shandong.

Laporan media nasional China, CCTV, menyebut bocah laki-laki itu memanjat keluar jendela Senin (7/10) sore waktu setempat dan terjatuh. Bagian kepala bocah itu tersangkut pada teralis besi dan tubuhnya menggantung di ketinggian.Orangtua dari balita itu sedang tidak berada di rumah saat insiden ini terjadi. Balita itu diketahui sedang bersama kakeknya di dalam apartemen tersebut.

Sang kakek dilaporkan sedang tidur saat insiden ini terjadi. Dia terbangun setelah mendengar tangisan balita itu. Sang kakek kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran setempat dan petugas langsung mendatangi lokasi.

Petugas pemadam mengikatkan tali pada bagian dada bocah tersebut dan memeganginya dengan erat. Di luar, tepatnya di lantai dasar, orang-orang berkumpul sembari membentangkan sebuah selimut untuk menangkap balita itu jika dia terjatuh.

Beruntung, sebut CCTV dalam laporannya, petugas berhasil menyelamatkan balita itu dengan menggunakan sebuah mesin untuk membengkokkan teralis. Diketahui bahwa teralis besi banyak dipasang di gedung-gedung permukiman atau apartemen di China.  #nurul_cgo


Sumber, Berita Indonesia
Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate