Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Senin, 24 September 2018

"Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018"

"Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018"
 Acara ini dihadiri oleh Bapak Kepala Dinas PKP-LH, Satker PIP Kab.Trenggalek, Bapak/Ibu BKM/LKM, Tim Korkot Tulungagung, Tim Pendamping Kab. Trenggalek. Acara ini juga dihadiri oleh 13 Lurah se-Kec.Trenggalek, 2 orang LKM dan Camat.Acara Pelatihan ini berlangsung 2 hari yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB.
"Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018"
 
Caping Gunung Indonesia - Hari ini Senin (24/09/2018) tepatnya di Perkimsih terdapat acara "Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018". Acara ini dihadiri oleh Bapak Kepala Dinas PKP-LH, Satker PIP Kab.Trenggalek, Bapak/Ibu BKM/LKM, Tim Korkot Tulungagung, Tim Pendamping Kab. Trenggalek. Acara ini juga dihadiri oleh 13 Lurah se-Kec.Trenggalek, 2 orang LKM dan Camat.Acara Pelatihan ini berlangsung 2 hari yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB.
"Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018"
 
Sebelum acara inti dimulai, terdapat beberapa kata sambutan/laporan Panitia yang diwakilkan oleh Bapak Regan Subiyanto. Beliau mengatakan bahwa : "Program KOTAKU dilaksanakan sebagai upaya untuk membangun platform kolaborasi dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas pemukiman kumuh. Diharapkan juga dengan terbangunnya kolaborasi maka akan terjadi keterpaduan antar sektor untuk bersama-sama begerak mencapai sasaran pembangunan kawasan permukiman khususnya terwujudnya kota tanpa kumuh pada tahun 2019, dengan menempatkan Pemerintah Daerah sebagai "Nahkoda", masyarakat sebagai "Pelaku Utama Pembangunan" dan Pemerintah Pusat sebagai "Pendamping" Pemerintah Daerah."
"Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018"
Yang menjadi Narasumber dan Pemandu dalam acara ini adalah: Kabid Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Trenggalek, Ka Satker PIP Kabupaten Trenggalek, Tim Korkot dan Tim Pendamping KOTAKU.

Adapun Tujuan Di adakannya "Pelatihan LKM, Lurah/Kades dan Camat Cluster Kecamatan Tahun 2018" adalah :
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai peram pemda sebagai nahkoda dalam penangganan kumuh dan BKM sebagai motor penggerak Forum Kolaborasi.
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran membangun kolaborasi untuk mencapai 0 hektar luasan kumuh melalui kolaborasi 1 data, 1 Peta dan 1 perencanaan .
Meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya dan mekanisme mengintegrasikan RPLP kedalam RPJMDes/RKP Desa, renstra/renja kecamatan.
 
Sumber dana dari acara ini adalah DANA APBN melalui DANA PKM 2018.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia

Jumat, 21 September 2018

Pelatihan KPP - KSM di Kelurahan Sumbergedong Trenggalek



Caping Gunung Indonesia - Salah satu hal terpenting dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah peningkatan kapasitas. Karena secara tidak langsung, peningkatan kapasitas akan mengantarkan kepada tercapainya tujuan program secara maksimal. Peningkatan kapasitas bertujuan membangun gerakan bagi pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat melalui perubahan perilaku kolektif dalam kegiatan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman. Maka itulah, peningkatan kapasitas atau pelatihan dilakukan di tingkat kabupaten/kota dan kelurahan/desa.

Salah satu kegiatan pelatihan tingkat kelurahan adalah Pelatihan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP). Pelatihan KSM/KPP bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai manajemen konstruksi dan meningkatkan keterampilan untuk melakukan supervisi kegiatan infrastruktur. Output-nya, diharapkan KSM/KPP siap melaksanakan kegiatan infrastruktur dengan kualitas baik.

Indikator keberhasilan pelatihan KSM dapat diukur dengan, pertama, pemahaman terkait tahapan pencairan Bantuan Dana Investasi (BDI) dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) ke KSM (pemanfaatan). Kedua, kegiatan infrastruktur yang dibangun sesuai dengan standar teknis dan berfungsi dengan baik. Dan, ketiga, operasional dan pemeliharaan berjalan dengan baik.


Seperti pelatihan yang dilakukan di Kelurahan Sumbergedong, Kota Trenggalek. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Trenggalek terhadap Program Kotaku, terutama bidang peningkatan kapasitas KSM/KPP. 
 Masyarakat tampak bersemangat mengikuti pelatihan ini, meski menggunakan fasilitas ruangan yang sederhana yaitu aula kantor lurah, rumah warga serta masjid/musala. Setelah mendapatkan pelatihan KSM infrastruktur/KPP memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan infrastruktur melalui dana BDI dengan kualitas standar PU. KPP juga berkewajiban untuk bersama-sama masyarakat melakukan pemeliharan terhadap aset infrastruktur yang sudah dibangun.
Sumber, Berita Indonesia 

Tebar Ujaran Kebencian, Oknum Guru di Trenggalek Minta Maaf ke NU


 
 
Caping Gunung Indonesia - Seorang guru SMP di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek harus berurusan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Trenggalek karena menebar ujaran kebencian di media sosial.

Berawal dari komentar yang dituliskan pelaku yang hanya diketahui berinisial AHP di salah satu laman Facebook seseorang. Komentar itu berisi hujatan dan hinaan terhadap organisasi NU. Sayangnya ketika ditelusuri kembali, komentar ini sudah dihapus.

Namun komentar yang sarat ujaran kebencian itu terlanjur viral di kalangan warga NU di Trenggalek dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.

Untuk menuntaskan masalah tersebut, pelaku akhirnya diajak mediasi. Mediasi digelar di Gedung NU Trenggalek dan dihadiri sejumlah pengurus PCNU setempat, kepolisian, TNI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Trenggalek.Ketua PCNU Trenggalek, Fatchulloh Sholeh, mengaku prihatin dengan ulah pelaku yang menghina organisasi NU di mesia sosial. Pihaknya menilai ujaran yang disampaikan itu sangat tidak pantas untuk disampaikan, terlebih pelaku merupakan salah seorang pendidik atau guru tidak tetap (GTT) di salah satu SMP.

"Terus terang kami sangat tersinggung sekali dengan apa yang disampaikan pelaku. Bukan hanya secara kelembagaan namun juga keumatan. Setelah saya cermati anak ini tampaknya mulai terpapar dengan paham radikalisme," kata Fatchulloh kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).

Menurutnya, komentar yang disampaikan AHP dinilai dapat berdampak fatal dan memicu keresahan serta kemarahan di kalangan internal NU di seluruh Indonesia. Kendati demikian PCNU Trenggalek memilih tidak menggunakan jalur hukum dalam menyelesaikan konflik tersebut.

"Sikap PCNU yang paling utama ketika yang bersangkutan sudah sadar dan mengakui kesalahannya adalah pembinaan. Karena apabila dilakukan proses hukum kami rasa tidak akan menyelesaikan masalah," tandasnya.

Kendali telah memaafkan tindakan yang dilakukan oleh AHP, namun PCNU Trenggalek mensyaratkan agar pelaku bersedia menjalani pembinaan dengan NU Trenggalek.

Sementara itu, AHP mengakui seluruh perbuatannya dan meminta maaf kepada organisasi NU dan pengikutnya. Pihaknya mengaku menyesal telah melakukan penghinaan melalui komentar di media sosial.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada organisasi Nahdlatul Ulama di Indonesia, khususnya di Kabupaten Trenggalek. Kemarin saya menulis kata-kata yang tidak pantas dan tidak sopan, menghina bahkan melecehkan. Itu sangat saya sesali," ujar AHP. AHP berjanji akan mengikuti seluruh saran dan persyaratan yang disampaikan PCNU Trenggalek untuk menebus kesalahannya. Bahkan pihaknya juga siap dengan konsekuensi kebijakan yang akan diambil oleh lembaga pendidikan tempatnya mengajar.

Pasca mediasi, AHP juga membuat surat pernyataan terkait penyesalannya dengan disaksikan langsung oleh sejumlah pengurus NU dan lembaga lain.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo meminta seluruh masyarakat saling menjaga kerukunan dan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Selain itu terkait hasil mediasi ini, semua pihak diharapkan dapat menerima dengan lapang dada dan memberikan kesempatan kepada AHP untuk memperbaiki diri.

"Kami mohon seluruh badan otonom NU, termasuk pemuda dan juga Banser, untuk tidak melakukan tindakan lain. Mari kita jaga ketentraman masyarakat Trenggalek ini," pinta Didit. 
 
Sumber, Berita Indonesia

Kamis, 20 September 2018

Guru Ini Digerebek Warga Cabuli Pelajar SMP di Dalam Mobil

 
Caping Gunung Indonesia - Perilaku seorang guru wajib ditiru. Namun perilaku seorang guru honorer Abdul Syukur (32) warga Desa/Kecamatan Blega, Bangkalan, Madura ini tidak patut ditiru.

Pelaku melakukan pencabulan sebanyak empat kali terhadap korban anak di bawah umur. Peristiwa bermula saat pelaku mengenal korban pertama kali melalui MiChat. Gayung bersambut saat korban yang masih berusia 14 tahun bersedia bertemu dengan pelaku di masjid Kelurahan Sarirogo Kecamatan Kota Sidoarjo.

Setelah bertemu di sekitar masjid, korban dimasukkan ke mobil rental yang disewa pelaku. Pelaku tanpa sungkan menciumi dan meremas bagian kewanitaan korban.

"Pelaku ini sangat keterlaluan karena yang bersangkutan telah mencabuli korban di dalam mobil yang sedang parkir di samping masjid," kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris kepada wartawan.

Dia menjelaskan, saat pelaku yang sudah memiliki seorang istri ini menciumi dan meraba korban, warga sekitar memergokinya. Warga menganggap keterlaluan lantaran memperdaya korban yang masih duduk di bangku SMP.

"Pada saat pelaku melakukan pencabulan di dalam mobil tersebut, digerebek masyarakat di sekitarnya. Banyak masyarakat yang melihat perilaku pelaku, kemudian orang tua korban melaporkan ke PPA Polresta Sidoarjo," tambahnya.

Kini, jelas kasat, pelaku dijerat dengan pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara," jelasnya.
 
 
 Sumber, Berita Indonesia


Rabu, 19 September 2018

Tugas Mandiri Diklat Lanjutan Pendamping Muda Di TK Pertiwi Sumbergedong

Tugas Mandiri Diklat Lanjutan Pendamping Muda Di TK Pertiwi Sumbergedong
di TK Pertiwi Sumbergedong mengadakan tugas mandiri dari Tugas Akhir Diklat Pendamping Muda dari Kelompok belajar lokal. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Kegiatan Diklat beberapa bulan lalu yang telah dilakukan oleh bapak Regan Subiyanto dan kawan-kawan.
Tugas Mandiri Diklat Lanjutan Pendamping Muda Di TK Pertiwi Sumbergedong
Tugas Mandiri Diklat Lanjutan Pendamping Muda Di TK Pertiwi Sumbergedong
Caping Gunung Indonesia - Hari ini Rabu (19/09/2018) di TK Pertiwi Sumbergedong mengadakan tugas mandiri dari Tugas Akhir Diklat Pendamping Muda dari Kelompok belajar lokal. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Kegiatan Diklat beberapa bulan lalu yang telah dilakukan oleh bapak Regan Subiyanto dan kawan-kawan.
Tugas Mandiri Diklat Lanjutan Pendamping Muda Di TK Pertiwi Sumbergedong
Dari kelompok Mawar ini mempunyai 5 anggota yang terdiri dari berbagai guru yang tidak hanya dari daerah kota saja, tetapi juga ada dari daerah lain. Kelompok beranggotakan 5 orang yang terdiri dari 4 guru perempuan dan 1 guru laki-laki.

Untuk pembelajaran kali ini Kelompom 5 menggunakan tema Kebutuhanku yang ber sub tema Minuman, kali ini pembukaan dibuka oleh Ibu Shelyn.Di pembelajaran hari ini, anak-anak membuat Jus buah yaitu tomat dan jambu. Setelah anak-anak melihat,meraba dan menerawang buah tersebut, maka anak-anak merasakan buah yang di Jus tadi.

Setelah membuat jus buah, anak-anak masuk ke kelas masing-masing dan melaksanakan program pembelajaran. Pembelajaran berlangsung selama 1 jam, setelah pembelajaran anak-anak makan bersama di luar.

begitulah kurang lebihnya acara tadi yang di nilai oleh Ibu Tunik selaku Ketua IGTKI Trenggalek dan juga ada Ibu Sumini selaku Pengawas TK Kec.Trenggalek.Walaupun hari ini masih banyak kekurangan dan kesal;ahan yang harus banyak diperbaiki#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia

Selasa, 18 September 2018

Pesan Dari Bapak Suhartoyo Di UPT Pelatihan Kerja Di Tuban


Pesan Dari Bapak Suhartoyo selaku Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Di UPT Pelatihan Kerja Di Tuban

Caping Gunung Indonesia - Masih edisi dari UPT Pelatihan di Tuban, kali ini ada beberapa pesan dari Bapak Suhartoyo selaku Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Beliau menghadiri di acara Pembukaan maupun penutupan.

Beliau berpesan bahwa :

"Jika ingin diterima oleh Perusahaan manapun kunci utama adalah kejujuran dan juga keulatan, dan dengan selesainya pelatihan ini harus ada perubahan dalam diri saudara, dan tentunya penampilan juga dapat menambah nilai untuk memasuki dunia kerja. Diharapkan setelah selesai Pelatihan ini saudara-saudara dapat mengembangkan pelatihan AC di Kabupaten masing-masing."

Begitulah setidaknya beberapa pesan yang dikemukakan oleh Bapak Suhartoyo selaku Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3.#nur_cgo
Sumber, Berita Indonesia

Pesan dan Kesan Dari Perwakilan Pelatihan Kerja Di UPT Pelatihan Kerja Tuban


Pesan dan Kesan Dari Perwakilan Pelatihan Kerja Di UPT Pelatihan Kerja Tuban
"Pertama-tama mengucapkan terimakasih karena telah memberikan fasilitas yang sangat banyak, seperti ruangan dan kamar yang berAC.dan juga saya mengucapkan banyak terimakasih
Caping Gunung Indonesia  -Hari Senin (18/09/2018) Bapak Regan Subiyanto selaku Ketua Yayasan Caping Gunung menjemput anak-anak yayasan yang sudah 20 hari melalui Pelatihan AC di UPT Pelatihan Kerja di Tuban. Tepat hari senin kemarin, hari terakhir yang dimana diisi Penutupan dan penyerahan SPJ ke anak-anak yang megikuti pelatihan.
Acara pertama diisi oleh salah satu perwakilan dari peserta Pelatihan. Peserta tersebut memberikan kesan dan pesan sebagai berikut :


Pesan dan Kesan Dari Perwakilan Pelatihan Kerja Di UPT Pelatihan Kerja Tuban
"Pertama-tama mengucapkan terimakasih karena telah memberikan fasilitas yang sangat banyak, seperti ruangan dan kamar yang berAC.dan juga saya mengucapkan banyak terimakasih dan minta maaf yang sebesar-besarnya telah melakukan hal-hal yang aneh, dan tidak dapat disiplin.Dan kami juga berterimakasih karena telah membimbing kami dengan tekun dan sabar. Dan minta maaf juga jika saat pelatihan kami sering tertidur, dan terimakasih juga karena telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat".


Pesan dan Kesan Dari Perwakilan Pelatihan Kerja Di UPT Pelatihan Kerja Tuban
Begitulah sepatah kata yang disampaikan oleh perwakilan Pelatihan AC di UPT Pelatihan Kerja di Tuban. Semoga dapat bertemu lagi di pelatihan selanjutnya. #nur_cgo
Sumber, Berita Indonesia



Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate