Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Sabtu, 21 September 2019

Dikira Terkena Serangan Rahasia, Ternyata Pria Ini Terkena Pestisida

Dikira Terkena Serangan Rahasia, Ternyata Pria Ini Terkena Pestisida

Mereka yang terkena efek sampingnya menderita berbagai gejala yang tidak lazim, termasuk komplikasi pendengaran dan penglihatan, pusing, kelelahan dan sakit kepala.
Caping Gunung Indonesia - Pihak berwenang AS mula-mula menuduh adanya serangan senjata rahasia sonik, saat muncul keluhan penyakit misterius dari beberapa diplomat Kanada dan AS di Kuba. Namun, kemudian hasil penelitian menunjukkan penyakit disebabkan oleh neurotoksin dosis rendah dalam pestisida anti-nyamuk.

Senjata sonik adalah sejenis senjata yang menggunakan suara berkekuatan ekstrim tinggi untuk melukai atau membunuh sasaran.

Penelitian yang dilakukan di Kanada menyatakan gejala yang diderita oleh sekitar 40 diplomat Kanada dan AS dan keluarga mereka saat bertugas di Kuba kemungkinan dipicu oleh "paparan neurotoksin dosis rendah."

Mereka yang terkena efek sampingnya menderita berbagai gejala yang tidak lazim, termasuk komplikasi pendengaran dan penglihatan, pusing, kelelahan dan sakit kepala.

Insiden dari akhir 2016 hingga 2018 menyebabkan pemerintah di Ottawa dan Washington mengurangi staf kedutaan mereka di Kuba. Saat itu pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuduh bahwa para diplomat telah diserang oleh semacam senjata sonik rahasia.

Penggunaan pestisida rutin

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Brain Repair Center dan Nova Scotia Health Authority, tidak menemukan bukti dari teori serangan senjata akustik.

"Ada jenis racun yang sangat spesifik yang mempengaruhi sistem saraf tertentu. Racunnya bisa berupa insektisida, pestisida, organofosfat - yakni racun saraf spesifik," kata penulis utama studi itu, Alon Friedman, seperti dikutip oleh stasiun televisi Kanada CBC .

Kuba secara rutin menggunakan pestisida untuk membasmi serangga yang mungkin menjadi inang penyakit. Havana melakukan program penyemprotan intensif mulai 2016 untuk menghentikan penyebaran virus Zika. Catatan kedutaan yang dikutip oleh Radio Kanada mengatakan bahwa kantor dan rumah para diplomat termasuk di antara lokasi yang disemprot.

Studi ini melibatkan 26 orang, termasuk kelompok pembanding orang yang belum pernah tinggal di Kuba. Peserta melakukan tes darah dan scan otak. Seekor anjing peliharaan yang mati di Kanada juga ikut diteliti otaknya.

Friedman mengatakan, ada rencana untuk memperluas studi ini ke populasi yang lebih luas di Kuba bekerja sama dengan para ilmuwan lokal, untuk melihat apakah penduduk lainnya juga terkena dampak neurotoksin.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

2 Janda Sidoarjo Terancam Kehilangan Rumah Karna Pinjam Uang Tetangga




Caping Gunung Indonesia - Dua janda di Sidoarjo terancam kehilangan tempat tinggal. Mereka terlilit utang dan merasa menjadi korban penggelapan surat rumah.

Dua janda itu yakni Nafiah (62) dan Sulastri (54). Mereka tinggal di Desa Sukorejo, RT 07 RW 02, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Kakak beradik itu akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Sidoarjo. Mereka merasa ditipu dan menduga adanya penggelapan surat rumah serta pemalsuan KTP yang dilakukan oleh oknum.

Kuasa Hukum dua janda itu Fury Afrianto bercerita, persoalan bermula sekitar 2011. Nafiah dan Sulastri meminjam sejumlah uang kepada tetangganya yang berinisial H.

"Butuh uang untuk biaya berobat anaknya yang sedang sakit gangguan kejiwaan," kata Fury kepada wartawan di depan rumah kliennya, Sabtu (21/9/2019).

Utang Nafiah dan adiknya terus bertambah. Setiap kali meminjam uang, H hanya mencatat pada rekapan utang yang dibawanya. Kemudian sekitar Maret 2011, H melalui ayahnya meminta surat tanah yang ditempati dua janda itu beserta keluarganya.

"Alasannya sebagai jaminan, karena utangnya sudah menumpuk," tambah Fury.

Namun tanpa dihadiri Nafiah dan keluarganya, Fury melanjutkan, H yang diduga bekerja sama dengan perangkat desa setempat membuat surat perjanjian jual beli atas surat rumah dalam bentuk petok D yang tercantum buku letter C desa no 92 itu.

Dalam surat perjanjian jual beli nomor 590/05/404.73.15/2011 itu, seolah-olah almarhum Said, ayah Nafiah beserta kelima anaknya hadir untuk tanda tangan. Padahal mereka tidak pernah hadir dalam perjanjian itu.

Berbekal surat perjanjian jual beli itu, H kemudian menjual tanah dan bangunan kepada ES pada 2014. Karena masih atas nama pemilik, akhirnya dibuat ikatan jual beli nomor 299 dan surat kuasa nomor 300 tertanggal 27 November 2014 di hadapan notaris.

"Yang jelas akte notaris ini cacat hukum karena pihak penjual dalam hal ini tidak pernah hadir di kantor notaris tersebut untuk tanda tangan. Diduga tanda tangan itu dipalsukan," terang Fury.

Lebih jauh Fury menjelaskan, kemudian pada 28 Juli 2015 dibuat akte jual beli nomor 946. Dari akte tersebut terbit sertifikat hak milik nomor 713 atas nama ES. Sejak itulah berbagai teror dan intimidasi dialami Nafiah dan Sulastri. Bahkan
kedua janda itu juga pernah digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Keduanya kalah dalam persidangan.

"Karena selama persidangan perdata mereka yang buta huruf itu berjuang sendiri tanpa didampingi penasehat hukum. Setelah mengetahui hal itu kami sebagai kuasa hukum akan melakukan banding," pungkasnya.#puput_cgo 
 
sumber, Berita Indonesia

Mbah Pani, Berhasil Lakukan Tapa Pendhem 5 Hari



 
Caping Gunung Indonesia - Supani (63) atau yang akrab disapa Mbah Pani berhasil melaksanakan ritual tapa pendhem, atau bertapa dalam keadaan dikubur hidup-hidup selama 5 hari 5 malam.

Liang kubur tempat Mbah Pani bertapa telah dibongkar pada Jumat (20/9) petang. Lokasinya sendiri di dalam ruang dapur di rumahnya yang berada di Desa Bendar RT 3 RW 1, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Mulai dari warga, perangkat desa, aparat keamanan sampai tim medis memadati rumah Mbah Pani turut menyaksikan proses pembongkaran liang kuburnya. Isak tangis keluarga dan seruan doa-doa mengiringi prosesi Mbah Pani keluar dari liang kubur. Prosesi pembongkaran kuburan sendiri dilakukan secara tertutup karena terbatasnya ruangan. Warga yang penasaran dengan ritual tapa pendhem Mbah Pani memilih untuk menunggu di sekitar luar rumah.

"Alhamdulillah tadi begitu dibongkar, dibangunkan Mbah Pani langsung sadar, membuka matanya juga langsung ngerti ini ngerti itu. Artinya sadar betul," kata sang adik ipar, Joko Wiyono.

Sementara Ketua Tim Medis Puskesmas Juwana, Hadi Widiyono, menyebut kondisi Mbah Pani saat diperiksa dipastikan dalam keadaan sehat dan normal. Hanya kondisi fisik yang pucat dan lemas. Hal itu pun dinilai wajar sebab 5 hari 5 malam bertapa dalam kondisi dikubur.

"Pernafasan, tensi, nadinya secara medis bagus normal semua. Alhamdulillah insyaallah tidak apa-apa, kondisinya bagus. Kalau pucat lumrah, lemas juga lumrah karena memang kekurangan cairan. Tensi tadi 120/80 lumrah," kata Hadi kepada wartawan. Pihak puskesmas menyebut akan melakukan pendampingan secara intensif selama dua hari ke depan untuk memantau kondisi kesehatan Mbah Pani.

"Melalui bidan desa setempat ya, kami akan memantau. Termasuk kami meminta koordinasi dari keluarga dan pemdes, agar berkabar dengan kami soal kondisi kesehatan Mbah Pani. Setelah 2-3 hari saya yakin sudah kembali normal semua," imbuhnya.   #nurul_cgo


Sumber, Berita Indonesia

Berkas Perkara Pengibar Bendera Bintang Kejora Dikirim ke Kejati DKI


" Apabila berkas dinyatakan lengkap, maka pihaknya akan melakukan pelimpahan tahap kedua. Dimana polisi akan melimpahkan keenamnya ke Kejaksaaan. “Berkas perkara sudah diserahkan ke Kejati DKI,” kata Argo saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9)."


Caping Gunung Indonesia - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menyerahkan berkas kasus enam tersangka pengibaran bendera Bintang Kejora ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sehingga, saat ini penyidik masih menunggu arahan dari kejaksaan agar kasus itu bisa segera disidangkan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan berkas dikirim pada 18 September 2019 lalu. Kini, lanjut Argo pihaknya tengah menunggu Kejati DKI Jakarta melalukan proses pemeriksaan. Apabila berkas dinyatakan lengkap, maka pihaknya akan melakukan pelimpahan tahap kedua. Dimana polisi akan melimpahkan keenamnya ke Kejaksaaan. “Berkas perkara sudah diserahkan ke Kejati DKI,” kata Argo saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9).
Kemudian polisi juga akan melimpahkan barang bukti. Hal itu agar kasus segera masuk ke persidangan. Namun, apabila berkas dinyatakan belum lengkap maka akan dikembalikan pihak Kejaksaan ke polisi. Kemudian, terus Argo pihaknya akan memperbaikinya untuk kemudian diserahkan lagi. “Kami masih menunggu daripada keputusan jaksa,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, bendera bintang kejora berkibar di depan Markas Besar TNI dan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Bendera itu dikibarkan oleh mahasiswa Papua yang tengah melakukan aksi unjuk rasa. Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme itu melakukan aksi sejak pukul 12.00 WIB.
Setelah menyampaikan pendapat, mereka membuka baju untuk menunjukkan simbol perlawanan dan mengibarkan tiga bendera bintang kejora di depan Mabes TNI dan Istana Merdeka. Mereka kemudian berlari mengitari bendera tersebut sambil berteriak “Papua Merdeka!” dan menyanyikan lagu “Papua bukan Merah Putih, Papua Bintang Kejora”.
Sejauh ini, enam orang telah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Mereka adalah Dano Tabuni, Charles Cossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Ketua Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta Ginting, dan Wenebita Wasiangge. Seluruh tersangka dikenakan Pasal 106 dan 110 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terkait Keamanan Negara.
sumber : berita indonesia 
Puri_Cgo.

UU Baru Atur Batas Usia, Ghufron Dinilai Tetap Berpeluang Jadi Pimpinan KPK


 "Sebenarnya ada dua tafsir. Pertama, kapan UU itu disahkan dengan kapan Ghufron dilantik. RUU itu akan jadi UU sebentar lagi, sementara Pak Ghufron mungkin dilantik pada Desember kan. Kalau tafsir pertama, dia jadi nggak memenuhi syarat," kata pakar hukum tata negara Bivitri Susanti Bivitri Susanti saat dihubungi, Jumat (20/9/2019) malam."



Caping Gunung Indonesia- Revisi UU KPK yang baru disahkan DPR mengubah syarat minimal usia pimpinan lembaga antirasuah itu dari 40 tahun menjadi 50 tahun. Nurul Ghufron, 45 tahun, yang terpilih lewat uji kepatutan dan kelayakan di Senayan, dinilai masih berpeluang menjadi komisioner KPK.

"Sebenarnya ada dua tafsir. Pertama, kapan UU itu disahkan dengan kapan Ghufron dilantik. RUU itu akan jadi UU sebentar lagi, sementara Pak Ghufron mungkin dilantik pada Desember kan. Kalau tafsir pertama, dia jadi nggak memenuhi syarat," kata pakar hukum tata negara Bivitri Susanti Bivitri Susanti saat dihubungi, Jumat (20/9/2019) malam.

"Tapi ada tafsir kedua, saya kira bisa juga digunakan pandangan ketika dia dipilih kriterianya 50 tahun itu belum ada. Jadi tetap sah karena harusnya dihitung kriterianya saat proses pemilihan itu dilakukan. Jadi itu bisa digunakan," imbuh Bivitri.
Bivitri menyebut masih ada peluang Ghufron bakal tetap dilantik menjadi pimpinan KPK. Menurutnya, keputusan politik pemerintah juga bisa berpengaruh dalam hal ini.

"Masih ada dua kemungkinan, tinggal tafsir mana yang digunakan. Masih ada peluang memang. Makanya ada dua tafsir, biasa memang dalam penerapan hukum biasanya ada dua pemaknaan pasal. Bisa saja tergantung mana keputusan politik yang digunakan oleh pemerintah," sebut dia.
 Sementara itu, pakar hukum tata negara Refly Harun menilai peluang Ghufron menjadi pimpinan KPK tergantung pada poin pengaturan minimal usia pimpinan KPK pada Pasal 29 UU KPK yang baru. Menurut dia, bila dalam UU itu mengatur batas usia minimal ditetapkan saat mulai menjabat, Ghufron terancam tak bisa memimpin.

"Kalau dinanti (batas) 50 tahun saat menjabat itu yang barang kali agak susah kan itu dia mulai menjabat," sebutnya.
Di sisi lain, Refly menilai Ghufron juga masih memiliki kesempatan memimpin KPK meski usianya belum mencapai 50 tahun. Sebab, ketika Ghufron mengikuti tes seleksi calon pimpinan KPK, aturan mengenai pimpinan KPK harus 50 tahun belum ada.

"Pada saat pemilihan itu berarti pemilihan oleh DPR, masalahnya pasal itu kan saat itu belum ada, jadi waktu pemilihan belum 50 tahun, tapi kan itu sesuatu yang berlalu," kata Refly Harun.

sumber: berita indonesia 
Puri_Cgo.

Jokowi Minta RUU KUHP Didalami Dulu, Termasuk Pasal Zina?


Jokowi Minta RUU KUHP Didalami Dulu, Termasuk Pasal Zina?
Caping Gunung Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengesahan RUU KUHP ditunda, alasannya ada materi-materi yang masih butuh pendalaman. Apakah pasal zina juga termasuk pasal yang perlu didalami lagi?

Sebagaimana di draf RUU KUHP, Jumat (20/9/2019), zina diartikan seluruh hubungan seks di luar pernikahan. Definisi zina ini lebih luas dibanding KUHP yang ada saat ini, yakni persetubuhan bila salah satu atau dua-duanya terikat pernikahan.
Jadi bisa diartikan, zina yang ada di draf RUU KUHP ini adalah semua hubungan seks di luar pernikahan. Orang yang berzina bakal dipenjara setahun. Berikut adalah bunyi pasal dalam draf RUU KUHP ini.

Pasal 417
(1) Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II.#shelyn_cgo
Sumber.Berita Indonesia

Jumat, 20 September 2019

Ketika Cinta Beda Agama




Caping Gunung Indonesia - Kita perlu memahami dan mendiskusikan konsekuensi hubungan yang akan dijalani bahkan sebelum memulai hubungan. Tujuannya, saling memahami arah dan ekspektasi kedua belah pihak," kata Tiara Puspita. Pasangan beda agama disarankan melakukan diskusikan terbuka mengenai ekspektasi, nilai, kebudayaan yang dianut agar satu sama lain lebih mengerti dan memahami. Bicarakan pula bagaimana mereka menghadapi reaksi keluarga nantinya.

Tak hanya bicara bersama pasangan, bukalah dialog dengan lingkungan terdekat dan keluarga supaya masing-masing pihak menemukan solusi terbaik jika ingin melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Tiara Puspita menambahkan, pasangan beda agama sebaiknya jangan menghindari pembicaraan seputar perbedaan keyakinan dan menunda-nunda mencari solusi.
"Seringkali kita berpikir jalani saja apa yang terjadi saat ini, toh masih masa pacaran. Belum tentu juga menikah dengan dia," kata Tiara Puspita. Jika terus-menerus menunda untuk membicarakan urusan serius ini, mau sampai kapan hubungan kalian akan terus begitu. "Jangan lari dari kenyataan. Cepat atau lambat, perbedaan keyakinan tetap bisa menjadi masalah."
Menurut Tiara Puspita, lebih baik pahit di awal karena setiap pasangan harus memahami konsekuensi dan tuntutan keluarga, sehingga arah hubungan menjadi lebih jelas dan punya masa depan. "Ini bisa menjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu," ujar Tiara Puspita.

Bagi mereka yang sedang menjalani hubungan cinta beda agama, berikut 3 pilihan yang bisa dipertimbangkan.

1. Salah satu mengalah dan mengikuti keyakinan pasangannya
"Konsekuensinya, kamu bisa ditentang keluarga habis-habisan, bahkan dikucilkan. Maka pertimbangkan lagi matang-matang, apakah dia benar-benar pilihanmu hingga kamu rela berkorban sedemikian besarnya?" kata Tiara Puspita.

2. Memilih tetap berhubungan dan berkomitmen menjalani pernikahan beda agama di masa depan
Jika ini pilihannya, maka setiap pasangan perlu mempertimbangkan lebih jauh bagaimana dengan keyakinan yang akan dianut anak-anak mereka kelak.

3. Mengakhiri hubungan
Jika memilih mengakhiri hubungan cinta beda agama, konsisten dengan keputusan ini dan biarkan dia hidup dengan pilihannya yang lain.#puput_cgo
 
sumber, Berita Indonesia
Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate