Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Selasa, 24 Maret 2020

Jokowi Sudah Siapkan Skenario Terkait Dampak Terburuk Corona

Jokowi  Sudah Siapkan Skenario Terkait Dampak Terburuk Corona

"Kita juga telah menghitung juga penurunan di beberapa provinsi mengenai daya tahan mengenai penurunan pendapatan dari setiap provinsi yang ada, ini saya berbicara skenario sedang saja misalnya provinsi untuk buruh kalau skenario sedang, yang terparah nanti akan berada di NTB, akan penurunan pendapat kurang lebih 25 persen, ini kita mampu bertahan di Juni dan September," ujar dia.
Caping Gunung Indonesia - Presiden Joko Widodo menyiapkan beragam skenario dalam penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi ingin semua dampak virus Corona ini dikalkulasi secara matang."Skenario juga telah kita hitung, kita kalkulasi mengenai prediksi dari COVID-19 ini di negara kita Indonesia, bulan April seperti apa, bulan Mei seperti apa, skenario buruk seperti apa, skenario ringan seperti apa dan saya kira ingin kita berada skenario yang ringan, dan kalau memang betul-betul sulit dibendung ya kita paling tidak masuk ke skenario sedang jangan sampai masuk ke skenario paling buruk," kata Jokowi

Jokowi kemudian mensimulasikan skenario sedang dampak Corona ini di sejumlah daerah. Dia menyebut provinsi yang paling terkena dampak buruk dari Corona terkait buruh adalah Nusa Tenggara Barat (NTB).


"Kita juga telah menghitung juga penurunan di beberapa provinsi mengenai daya tahan mengenai penurunan pendapatan dari setiap provinsi yang ada, ini saya berbicara skenario sedang saja misalnya provinsi untuk buruh kalau skenario sedang, yang terparah nanti akan berada di NTB, akan penurunan pendapat kurang lebih 25 persen, ini kita mampu bertahan di Juni dan September," ujar dia.

Sedangkan untuk petani dan nelayan, akan terjadi penurunan pendapatan yang terparah di Kalimantan Barat. Daya tahan di provinsi tersebut diprediksi sampai Oktober-November.

"Kemudian untuk petani dan nelayan kita, ini juga tolong-tolong hati kalau skenarionya sedang yang terparah nanti di Kalimantan barat akan adan penurunan pendapatan sampai 34 persen, dengan daya tahan Oktober sampai November," ujar dia.


Untuk pedagang-pedagang kecil, Jokowi menyebut provinsi yang paling terkena dampak adalah Kalimantan Utara. Sementara itu, Sumatera Utara diprediksi akan menjadi provinsi paling terkena dampak dalam skenario sedang virus Corona untuk sopir angkot dan bus."Kemudian pedagang mikro, kecil kalau skenario sedang yang berat adalah di Kalimantan Utara dan penurunan sampai 36 persen, kemampuan bertahan di Agustus sampai Oktober. Kemudian untuk sopir angkot dan ojek, yang paling berat di Sumatera Utara, ini turunnya hampir sampai 44 persen, angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah sehingga persiapan bantuan sosial dan kota kabupaten betul-betul bisa disiapkan lewat yang tadi disampaikan,"#nur_cgo



Sumber, Berita Indonesia

Senin, 23 Maret 2020

Rajin Olahraga, Artis Andrea Dian Positif Corona

Rajin Olahraga, Artis Andrea Dian Positif Corona

"Jadi buat teman - teman di luar sana, please #DiRumahAja. Jaga jarak. Karantina diri. Kalau kita disiplin, kita akan lebih cepat melalui ini semua. Kalau enggak, akan sangat berisiko untuk kita dan orang - orang terdekat kita bisa terinfeksi," tegas Andrea
Caping Gunung Indonesia - Artis Andrea Dian mengingatkan bahwa siapa saja bisa terinfeksi virus Corona. Buktinya, dia yang muda dan rajin olahraga pun mengalaminya.

"Hai kalian ,TOLONG DI BACA YA 🙏🙏 Siapapun bisa kena. Aku masih muda dan sehat. Rajin olah raga , Gak tau bagaimana virus Corona ini bisa ada di tubuh aku," tulis Andrea Dian di Instagram, Senin (23/2/2020).Tulisan itu disertai foto Andrea saat sedang berolahraga. Bahkan, Andrea disebut sudah menyulap parkiran rumahnya untuk jadi gym.

Perempuan berusia 34 tahun ini meminta teman-temannya untuk serius menjaga jarak dengan orang lain. Kedisplinan menjadi penting.

"Jadi buat teman - teman di luar sana, please #DiRumahAja. Jaga jarak. Karantina diri. Kalau kita disiplin, kita akan lebih cepat melalui ini semua. Kalau enggak, akan sangat berisiko untuk kita dan orang - orang terdekat kita bisa terinfeksi," tegas Andrea.

Saat ini, Andrea Dian diisolasi di salah satu rumah sakit. Dia mengaku tetap semangat dan yakin bisa sembuh.

Istri Ganindra Bimo ini menyaksikan langsung bagaimana perjuangan tenaga medis yang merawat pasien Corona. Dia mengatakan semua orang bisa membantu tenaga medis itu dengan cara tetap berada di rumah saja.

"Berada di Rumah Sakit aku bisa saksikan bagaimana sulitnya situasi ini dihadapi oleh para dokter dan perawat. Bantu mereka bekerja, sayangi orang terdekat kalian dengan menjaga diri, bertahan dengan sabar di rumah masing - masing," tutup Andrea.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Rabu, 18 Maret 2020

Cegah Korona, Rumah Sakit Soedomo Trenggalek dan Rumah Sakit Iskak Tulungagung Kurangi Jam Besuk

Cegah Korona, Rumah Sakit Soedomo Trenggalek dan Rumah Sakit Iskak Tulungagung Kurangi Jam Besuk

"Sebetulnya keputusan untuk larangan besuk pasien sudah ditetapkan kemarin dan langsung kami sosialisasikan. Tapi secara efektif kami berlakukan hari ini," kata Humas RSUD dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifa'i.

Caping Gunung Indonesia - RSUD dr Soedomo Trenggalek dan RSUD dr Iskak Tulungagung meniadakan jam besuk untuk seluruh pasien yang menjalani rawat inap, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Pemberlakukan kebijakan tersebut efektif mulai diberlakukan selama 14 hari, mulai hari ini, Selasa (17/3/2020). Di RSUD Trenggalek sebuah papan larangan besuk pasien terpasang di pintu masuk menuju ruang perawatan.

"Larangan ini berlaku untuk seluruh pasien, baik itu di kelas tiga maupun di graha, ini adalah salah satu upaya kita dalam mewaspadai Covid-19," kata Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, Selasa (17/3/2020).


Dijelaskan Sujiono, selama menjalani perawatan pasien hanya diperbolehkan ditunggu oleh dua orang anggota keluarga, satu orang berada di ruang perawatan dan satu penunggu di luar ruangan.

"Penunggu yang ada di luar ruangan kami beri tanda pengenal, sehingga bisa keluar masuk area rumah sakit untuk membantu keluarga yang sakit, atau untuk bergantian menunggu pasien di ruangan," ujarnya.

Dengan peniadaan jam besuk tersebut diharapkan akan mengurangi potensi kerumunan massa, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyebaran corona.

Hal serupa juga diberlakukan di RSUD dr Iskak Tulungagung. Seluruh jadwal jam besuk pada siang maupun malam hari juga ditiadakan.

"Sebetulnya keputusan untuk larangan besuk pasien sudah ditetapkan kemarin dan langsung kami sosialisasikan. Tapi secara efektif kami berlakukan hari ini," kata Humas RSUD dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifa'i.

Pasien di rumah sakit pemerintah tersebut hanya boleh didampingi oleh satu orang di dalam ruang perawatan. Pihaknya berharap kebijakan tersebut dimaklumi oleh seluruh masyarakat, karena untuk kebaikan bersama.

"Kalau untuk pasien rawat jalan tetap seperti biasa. Sebetulnya kami menyarankan untuk didampingi satu orang saja, akan tetapi kalau kondisi pasien membutuhkan pendamping lebih dari satu mau bagaimana lagi," ujarnya.

Rifa'i mengimbau, seluruh pengunjung rumah sakit untuk mematuhi protokol kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Pengunjung disarankan untuk rajin cuci tangan dengan sabun atau dengan cairan penyanitasi tangan.#nur_cgo
 
Sumber, berita Indonesia 

Selasa, 17 Maret 2020

Tempat Wisata Trenggalek di Tutup Akibat Corona

Tempat Wisata Trenggalek di Tutup Akibat Corona

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan, penutupan lokasi wisata diberlakukan mulai Selasa (17/3). Penutupan guna mengurangi kerumunan massa, serta meminimalisir mobilitas warga dari luar kota.

Caping Gunung Indonesia - Pemkab Trenggalek menutup seluruh tempat wisata yang dikelola pemerintah untuk 14 hari ke depan untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, agenda 100 event juga dihentikan sementara.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan, penutupan lokasi wisata diberlakukan mulai Selasa (17/3). Penutupan guna mengurangi kerumunan massa, serta meminimalisir mobilitas warga dari luar kota.

"Kenapa demikian? saya tidak ingin siswa (yang dirumahkan) pergi ke tempat wisata. Saya tidak ingin ada perpindahan orang dari luar masuk ke Trenggalek. Karena nanti tidak sesuai dengan nawaitu-nya pemerintah," kata Arifin, Senin (16/3/2020). Tidak hanya tempat wisata, rangkaian event yang diagendakan pada Maret juga dilakukan penundaan. Rencananya even akan digelar pada bulan berikutnya.

Ada lima event besar yang awalnya akan dijalankan pada Maret. Di antaranya Durio Fesrest Run, Festival Tari Klasik dan Festival Durian.

"Kami putuskan semua event dan gelaran 100 fest akan jadwalkan ulang di Bulan April. Jika nanti April tetap tidak memungkinkan, bisa opsi pembatalan atau yang lain," imbuhnya. Sementara untuk kawasan wisata yang dikelola pihak swasta masih diberikan izin untuk beroperasi. Namun pengelola diwajibkan untuk mematuhi standar protokol kesehatan dalam kewaspadaan Covid-19.

"Karena kalau swasta berkaitan dengan ekonomi dan sebagainya, boleh tapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Kalau tidak mampu protokol kesehatan, dengan sangat terpaksa kami rekom ditutup sementara," lanjut Arifin.

Lebih lanjut Bupati Arifin menjelaskan, operasional pasar tradisional tetap berjalan seperti biasanya. Hanya saja pemerintah akan melakukan berbagai upaya dalam menjaga sterilisasi lokasi. Salah satunya dengan penyemprotan desinfektan 1x24 jam. "Karena pasar ini adalah pusat ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Sementara beberapa layanan publik di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih buka seperti biasa. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas penunjang kebersihan dan kesehatan. Termasuk adanya sanitasi tangan.

"Kami berharap selama 14 hari ke depan, masyarakat kita disiplin, agar sebaran virus corona bisa mereda," pungkas Arifin.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Ini Protokol Lengkap Jika Alami Gejala Virus Corona


 


 

 
Caping Gunung Indonesia - Proses penanganan terhadap wabah corona masih terus dilakukan, di mana saat ini ada 134 kasus positif dan lima orang meninggal dan delapan orang sembuh. Pemerintah menerbitkan protokol jika seseorang mengalami gejala menyerupai gejala virus corona.

Protokol disusun melibatkan seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan. Jadi dalam hal ini Kemenkes tidak bekerja sendiri. Protokol merupakan perwujudan dari pemerintah hadir dan siap menghadapi Covid-19.

Berikut protokol lengkap tersebut dikutip dari keterangan resmi Kemenkes merujuk pada penjelasan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM, Selasa (17/3/2020):

1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:


a. Demam lebih dari 38°C; dan
b. Batuk/ pilek/nyeri tenggorokan,
istirahatlah yang cukup di rumah dan minum air yang cukup. Bila tetap merasa tidak nyaman, keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:
a. Gunakan masker.
b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar
dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan
atas bagian dalam.
c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal.

2. kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening pasien dalam pengawasan COVID-19:


a. Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19,
maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan.
b. Jika tidak memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung
diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.

3. Jika akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulans fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

4. Di RS rujukan, bagi anda yang memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19 akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.

5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.
Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah spesimen diterima.


a. Jika hasilnya positif :


I. maka Anda akan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19.
II. Sampel akan diambil setiap hari.
III. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif.

b. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.

Jika Anda sehat, namun:


1. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara dengan transmisi
lokal COVID-19, lakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh 2 kali. Jika muncul demam lebih dari 38°C atau gejala pernapasan seperti batuk/ pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas segeralah periksakan diri Anda ke fasyankes.

2. Merasa pernah kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, segeralah melapor ke petugas kesehatan dan periksakan diri Anda ke fasyankes. Untuk selanjutnya, Anda akan diperiksa spesimennya.

Protokol Kesehatan ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor HK.02.01/MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam surat edaran tersebut terdapat pula Protokol Komunikasi Publik, Protokol di Area dan Transportasi Publik, Protokol di Area Institusi Pendidikan, Protokol di Pintu Masuk Wilayah Indonesia (Bandara, Pelabuhan, Pos Lintas Batas Daerah/Negara), dan Protokol dalam Lingkup Khusus Pemerintahan.

Surat Edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan dan kerja sama lintas sektor dan Pemerintah Daerah dalam menghadapi ancaman wabah COVID-19, sehingga masyarakat tenang dan mendapatkan pemahaman mengenai hal-hal yang harus dilakukan bagi lingkungan terdekatnya.

Protokol tersebut akan dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh pemerintah dengan dipandu secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2)  #nurul_cgo

Sumber, Berita Indonesia

Jumat, 13 Maret 2020

Pengacara Pendeta Hanny Layantara Bantah Kliennya Lakukan Pemerkosaan, Tapi Melakukan Pencabulan

Pengacara Pendeta Hanny Layantara Bantah Kliennya Lakukan Pemerkosaan, Tapi Melakukan Pencabulan

Kuasa Hukum Hanny, Jeffry Simatupang menegaskan kliennya melakukan pencabulan, bukan pemerkosaan. Hal ini juga bukan atas dasar fantasi karena melihat korban sudah dewasa.

Caping Gunung Indonesia - Seorang pendeta di Surabaya, Hanny Layantara ditetapkan menjadi tersangka kasus pencabulan jemaatnya yang saat itu masih di bawah umur. Hanny disebut melakukan hal ini karena fantasi.

Kuasa Hukum Hanny, Jeffry Simatupang menegaskan kliennya melakukan pencabulan, bukan pemerkosaan. Hal ini juga bukan atas dasar fantasi karena melihat korban sudah dewasa.

"Pada hari ini disampaikan bahwa motif klien kami melakukan tindakan tersebut adalah 1 sampai 3 tadi menyebutkan. Salah satunya, karena fantasilah, karena korban sudah terlihat dewasa. Bagi kami begini, psikiatris dan kliennya, atau klien kami, itu memiliki kode etik, itu rahasia dan itu tidak boleh dibuka ke publik. Karena Ada UU dan kode etik praktik kedokteran," ungkap Jeffry saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (13/3/2020).


Jeffry juga menganggap kasus ini sudah kedaluwarsa karena baru dilaporkan 14 tahun setelah kejadian yang berlangsung di tahun 2006. Selain itu, Jeffry juga mempertanyakan alat bukti apa yang membuat kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan. Padahal, kasus ini disebut telah lama terjadi.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 

Rabu, 11 Maret 2020

Pasien Corona Ke 25 Dari Indonesia Meninggal Dunia

Pasien Corona Ke 25 Dari Indonesia Meninggal Dunia

"Pasien ini memang masuk dalam keadaan sakit berat karena memang ada faktor penyakit yang mendahuluinya di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita,"
Caping Gunung Indonesia - Pasien positif Corona (COVID-19) kasus nomor 25 meninggal dunia. Pasien tersebut merupakan warga negara asing (WNA) berusia 53 tahun.

"Tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB lewat sedikit pasien dengan identitas 25 meninggal dunia," kata juru bicara pemerintah untuk urusan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).Yuri mengatakan pasien tersebut sebelumnya juga mengidap penyakit lainnya. Salah satunya diabetes.

"Pasien ini memang masuk dalam keadaan sakit berat karena memang ada faktor penyakit yang mendahuluinya di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," ujarnya.Pasien nomor 25 berjenis kelamin perempuan ini dinyatakan positif Corona pada Selasa (10/3) kemarin. Pasien tersebut termasuk dalam imported case atau terinfeksi virus dari luar Indonesia.

"Pasien kode 25, perempuan, WNA, imported case," kata Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate