Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Senin, 09 Desember 2019

Tanggapan Ketua KPK, Ketika Jokowi Absen di Peringatan Hari Anti Korupsi

Tanggapan Ketua KPK, Ketika Jokowi Absen di Peringatan Hari Anti Korupsi

"Ini kan Pak Ma'ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagilah. Masa setiap tahun saya terus, ini Pak Ma'ruf belum pernah ke sana. Silakan Pak Ma'ruf, saya di tempat lain," kata Jokowi.
Caping Gunung Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hadir dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di KPK. Pimpinan KPK tidak mempermasalahkannya.
"Mungkin sibuk ya tapi nanti masih ada lain waktu ya untuk ketemu. Tadi kan kalau datang ingin dipeluk," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Jokowi yang diharap-harap Saut itu memang sebelumnya memilih berkunjung ke SMKN 57 Jakarta dalam rangka pentas antikorupsi. Wakil Presiden Ma'ruf Amin lantas yang menggantikan Jokowi menghadiri Hakordia di KPK.Saut mengaku tidak kecewa Jokowi absen ke KPK dan memilih ke SMKN 57 Jakarta. Menurut Saut, langkah Jokowi bagus untuk menularkan antikorupsi ke generasi muda."Nggak apa-apa karena bagaimana pun kan kalau kita masuk jenjang pendidikan, semua jenjang pendidikan harus masuk, jadi baguslah jadi nanti generasi muda," ucap Saut.

Sebelumnya Jokowi mengaku memberikan kesempatan bagi Ma'ruf untuk ke KPK. Pada tahun-tahun sebelumnya Jokowi mengaku selalu hadir di KPK dalam rangka Hakordia.

"Ini kan Pak Ma'ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagilah. Masa setiap tahun saya terus, ini Pak Ma'ruf belum pernah ke sana. Silakan Pak Ma'ruf, saya di tempat lain," kata Jokowi.#nur_cgo


Sumber, Berita Indonesia 

Sabtu, 07 Desember 2019

TKI Asal Trenggalek Ditemukan Meninggal, Dugaan Sementara Akibat Dibunuh

 TKI Asal Trenggalek Ditemukan Meninggal, Dugaan Sementara Akibat Dibunuh

"Korban ini ditemukan pada Kamis (5/12/2019), saat ditemukan kondisinya bersimbah darah dan ada luka sayatan pada leher sepanjang 9 sentimeter," kata Triadi, Sabtu (6/12/2019).

Caping Gunung Indonesia - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Trenggalek dikabarkan meninggal dunia di perkebunan sawit Serawak Malaysia. Saat diketemukan jasad korban bersimbah darah dan terdapat luka sayat.

Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan korban adalah Ilyas Setiawan (27) warga Desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Kabar kematian korban diketahui Pemkab Trenggalek pada Jumat kemarin melalui Kepolisian Serawak.

"Korban ini ditemukan pada Kamis (5/12/2019), saat ditemukan kondisinya bersimbah darah dan ada luka sayatan pada leher sepanjang 9 sentimeter," kata Triadi, Sabtu (6/12/2019).

Dari keterangan yang ia terima, korban Ilyas diduga tewas akibat dibunuh, namun pihaknya belum bisa memastikan, karena masih dalam proses penyelidikan kepolisian setempat. "Kami berdoa semoga proses penyelidikan penyebab kematian bisa berjalan lancar dan pemulangan jenazah bisa dilaksanakan secepatnya," imbuhnya.

Terkait kabar kematian pekerja migran tersebut, Pemkab Trenggalek melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja telah mengambil beberapa langkah, termasuk mendatangi keluarga korban guna memastikan informasi dan data.

"Dinas Perinaker sudah berkoordinasi dengan UPT Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Surabaya untuk bantuan pemulangan jenazah ke rumah duka," jelasnya.

Pemkab Trenggalek juga telah mengirimkan surat elektronik ke KJRI Kucing Malaysia menyangkut langkah lanjutan, guna proses pemulangan jenazah Ilyas dari Malaysia ke Trenggalek.

Sementara itu Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, membenarkan informasi tewasnya korban. Namun pihaknya enggan berkomentar banyak, sebab merupakan domain dari pemerintah daerah.

"Memang benar informasi itu, tapi wewenang kami hanya sebatas police to police, untuk mengecek kebenaran alamat korban dan itu sudah kami lakukan. Untuk lebih detailnya masih menunggu penyelidikan dari Malaysia dan nanti bisa konfirmasi ke Pemkab Trenggalek ya," kata Calvijn.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia

Inilah Tujuan Khofifah Ajak Kepala Daerah Tingkatkan Pariwisata

Inilah Tujuan Khofifah Ajak Kepala Daerah Tingkatkan Pariwisata

Gubernur Khofifah mengatakan beberapa infrastruktur yang harus ditingkatkan di antaranya adalah di Pulau Gili Iyang yang membutuhkan tambahan dermaga dan kapal cepat, sebagai akses wisatawan ke lokasi wisata yang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.
Caping Gunung Indonesia - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh bupati/walikota serta pelaku industri pariwisata di Jatim untuk meningkatkan perhatian di sektor pariwisata. Tujuannya, agar Jatim menjadi tujuan utama wisata para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kita semua harus punya tekad dan komitmen yang kuat untuk memajukan sektor pariwisata sesuai potensi daerah masing- masing. Pertama harus ada komitmen kolektif seluruh aparatur di kabupaten/ kota untuk mengembangkan sektor wisata di daerahnya. Kedua kordinasi stakeholder strategis agar terjadi sinergi yang kuat. Ketiga butuh investasi khususnya menyiapkan infrastruktur yang bisa memberikan layanan yang lebih baik, menyenangkan, aman, dan membahagiakan bagi seluruh wisatawan," tegas Gubernur Khofifah saat membuka East Java Culture and Tourism Award 2019 di Hotel Harris Surabaya, Jumat (7/12) malam.

Gubernur Khofifah mengatakan beberapa infrastruktur yang harus ditingkatkan di antaranya adalah di Pulau Gili Iyang yang membutuhkan tambahan dermaga dan kapal cepat, sebagai akses wisatawan ke lokasi wisata yang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.

Kemudian, di Gunung Bromo, juga dibutuhkan penambahan fasilitas MCK, khususnya di kawasan penanjakan. Serta pembangunan fasilitas shelter sekaligus musala agar bisa digunakan oleh para wisatawan yang ingin menunaikan ibadah salat subuh, usai mereka menikmati pemandangan sunrise. serta di tempat-tempat lain yang memiliki potensi yang luar biasa untuk digarap bersama.

"Saya yakin komitmen kepala daerah pasti sama ingin memajukan daerahnya dan menyejahterakan masyarakatnya lewat sektor pariwisata karena sektor ini dapat membangkitkan beberapa sektor ekonomi lainnya yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Khofifah.

Pentingnya membangun infrastruktur pariwisata, imbuh Khofifah, karena salah satu pekerjaan rumah (PR) Jatim adalah bagaimana para wisatawan yang datang bisa tinggal lebih lama di Jatim dan punya pilihan destinasi wisata tambahan. Misalnya gunung plus budaya, pantai plus busana, dan sebagainya. Inilah pentingnya sinergitas antar daerah dan antar pelaku industri pariwisata serta budayawan dan seniman. "Jadi, kita harus bisa menyiapkan daya tarik kunjungan wisata untuk tinggal lebih lama di Jawa Timur, khususnya bagi wisatawan Eropa yang rata-rata menghabiskan waktu 14 hari di Indonesia; yaitu 2 hari di Borobudur, 2 hari di Jawa Timur, 10 hari di Bali. Kita upayakan mereka bisa tinggal di Jatim lebih lama, misalnya dari dua hari menjadi 4 hari, mereka ke Bromo plus Malang , ke kawah Ijen plus pantai dan seterusnya," kata Khofifah.

Jawa Timur ini dianugerahi tempat-tempat wisata yang luar biasa, bahkan termasuk langka di dunia. Di antaranya adalah wisata api biru atau blue fire di kawah Gunung Ijen yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen. Begitu pula oksigen terbaik di dunia hanya ada dua, salah satunya di Gili Iyang Sumenep.

Pantai yang sangat indah di pacitan serta ada sungai Maroon di Pacitan yang persis sungai Amazon, di Banyuwangi dan Malang Raya apalagi, begitu daerah lainnya. Semua obyek wisata tersebut merupakan tempat-tempat terbaik yang ada di Indonesia bahkan didunia.

Selain penambahan infrastruktur dan tenaga terampil, Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini juga mendorong para bupati/walikota untuk mengembangkan wisata budaya. Sehingga, setelah wisatawan menikmati obyek wisata alam, mereka bisa tinggal lebih lama untuk menikmati suguhan wisata budaya, misalnya festival budaya, teater atau tari tradisional.

"Sebagian besar pasti pernah menonton pertunjukan Broadway, sebuah tontonan yang tiap malam dipertunjukkan tetapi bisa berjalan sampai belasan tahun, dan selalu penuh dengan harga tiket yang tidak murah. Hari ini kita butuh tenaga terampil, kreatif dengan teknologi pertunjukan yang modern , kita harus sudah menyiapkan suguhan budaya semacam Broadway di New York untuk kita tampilkan di Jawa Timur. Kita punya sejarah kerajaan besar seperti kerajaan Majapahit dan sebagainya yang bisa menjadi sumber referensi cerita. Menyinergikan wisata alam dan budaya, bisa dikemas untuk dipromosikan menjadi gravitasi wisata baik nasional maupun internasional," tegas Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim ini optimis, upaya-upaya tersebut bisa terwujud, asalkan seluruh kepala daerah, pelaku dunia industri pariwisata, akademisi, budayawan dan seniman, memiliki komitmen yang kuat untuk membangun dan mempromosikan pariwisata di Jatim. Ditambah lagi, dengan penyiapan tenaga trampil dan teknologi modern untuk memaksimalkan pelayanan wisata kita .

"Saya rasa ini akan menjadi sinergitas yang luar biasa. Ditambah dengan komitmen para bupati /walikota saya rasa Insyaallah Jawa Timur bisa," pungkas Khofifah.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sinarto mengatakan, tujuan penyelenggaraan East Java Culture and Tourism 2019 ini adalah memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kreator, dan pemerintah kabupaten/kota yang berkomitmen terhadap pembangunan kebudayaan dan pariwisata.

Ditambahkan Sinarto, event budaya dan pariwisata telah menjadi magnet tersendiri bagi peningkatan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Karena itu, pihaknya telah menyusun kalender event budaya dan pariwisata di Jawa Timur pada tahun 2020.

Event-event tersebut, imbuh Sinarto, kalender wisata yang akan didistribusikan ke industri pariwisata ini memuat festival, upacara tradisi, keagamaan, pergelaran kesenian dan lainnya. Seluruh event ini diharapkan mampu digarap secara profesional dan promosinya juga maksimal, sehingga dapat menjadi salah satu sumber peningkatan kunjungan wisatawan.

Dalam acara ini, Gubernur Khofifah berkesempatan menyerahkan berbagai penghargaan Anugerah Kebudayaan Pariwisata Jatim, kepada kepala daerah yang berprestasi dalam bidang pariwisata dan budaya.

Yakni untuk Kategori Daya Tarik Wisata Alam, diberikan kepada Kabupaten Situbondo (Juara I), Kab. Sumenep (Juara II), dan Kab. Pacitan (Juara III). Kemudian, Kategori Daya Tarik Wisata Budaya kepada Kab. Banyuwangi (Juara I), Kab. Ponorogo (Juara II), dan Kab. Malang (Juara III).

Selanjutnya, kategori Daya Tarik Wisata Buatan, kepada Kota Batu (Juara I), Kab. Ngawi (Juara II), dan Kab. Trenggalek (Juara III). Lalu, kategori 3 Besar Jatim Spekta Night Carnival diberikan kepada Kab. Blitar, Kab. Jember, dan Kab. Sidoarjo. Adapun penghargaan Green Hotel diberikan kepada Hotel Grand Mirama, Hotel JW Marriott, dan juga shangri-la Hotel

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para bupati/walikota se-Jatim, para kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jatim, ketua PHRI Jatim, serta seluruh budayawan dan seniman se-Jawa Timur.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Selasa, 26 November 2019

Warga Trenggalek Temukan Pistol Di Kamar Kontrakan

Warga Trenggalek Temukan Pistol Di Kamar Kontrakan

"Karena Pak Edi sudah meninggal akhirnya saya berinisiatif untuk membersihkan rumah. Ketika membersihkan kamar dan hendak mengangkat topi, saya kaget ada pistol dan peluru," imbuhnya.
Caping Gunung Indonesia - Warga Desa Karangsoko, Trenggalek menemukan sepucuk benda yang diduga pistol dan 10 amunisi di kamar rumah bekas kontrakan tentara. Saat ini barang-barang itu diamankan di Polres Trenggalek.

Pemilik kontrakan Sri Supatmi mengatakan, pada awal 2018 rumahnya sempat dikontrak oleh Edi Maryanto warga Cibinong, Jawa Barat. Edi mengaku sebagai pensiunan TNI.Selama delapan bulan Edi menempati rumah tersebut dan menjalin komunikasi baik dengan pemilik rumah. Edi mengaku bekerja di salah satu proyek pembangunan.

"Kemudian pada September 2018 itu Pak Edi pamit mau ke Batam, tapi selama pergi itu dia masih komunikasi dengan saya dengan baik," kata Sri, Senin (25/11/2019).

Namun setahun kemudian atau pada Agustus 2019 Sri mendapatkan telepon dari anak Edi. Sang anak memberi tahu bahwa Edi telah meninggal dunia secara mendadak. Sehingga sejak September 2018 rumah kontrakannya tersebut tidak pernah disambangi maupun dibersihkan. "Karena Pak Edi sudah meninggal akhirnya saya berinisiatif untuk membersihkan rumah. Ketika membersihkan kamar dan hendak mengangkat topi, saya kaget ada pistol dan peluru," imbuhnya.

Sri akhirnya menginformasikan temuan itu ke tetangga dan diteruskan ke kepolisian dan TNI. "Saya takut, karena ada benda itu," imbuhnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengatakan, saat ini temuan benda diduga pistol beserta amunisi itu telah diamankan. Yakni guna proses penyelidikan lebih lanjut."Karena pemiliknya ini diduga adalah anggota TNI maka dalam proses pengambilan barang bukti, kami melibatkan Subdenpom Trenggalek. Sedangkan untuk benda yang ditemukan masih dalam penelitian," kata Andana.

Ia belum berani memastikan keaslian benda mirip pistol dan amunisi itu. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan. "Nanti untuk lebih jelasnya akan disampaikan Pak Kapolres," pungkasnya.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Senin, 25 November 2019

Baru Antar Jenazah Ke Banyuwangi, Mobil Ambulans Trenggalek Menabrak Pohon

Baru Antar Jenazah Ke Banyuwangi, Mobil Ambulans Trenggalek Menabrak Pohon

Dengan kecepatan sedang ambulans melaju dari arah Blitar menuju ke Tulungagung/Trenggalek. Namun saat sampai di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, pengemudi lepas kendali sehingga kendaraan oleng ke kanan dan menabrak pohon. "Kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan," ujarnya.
Caping Gunung Indonesia - Ambulans milik RSUD dr Soedomo Trenggalek mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan raya Ngunut, Tulungagung usai mengantarkan jenazah ke Banyuwangi. Kondisi mobil rusak parah, sedangkan pengemudi mengalami luka.

Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana Natsir mengatakan, kecelakaan yang terjadi pagi tadi melibatkan ambulans Hyundai Starex dengan nomor polisi AG 1151 YP. Mobil itu dikemudikan Arif Yulianto (43) warga Desa/Kecamatan Pogalan, Trenggalek. Ia bersama sopir pengganti Budi Prayitno (51) warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek."Untuk korban jiwa tidak ada. Sedangkan pengemudi mengalami luka pada kaki. Informasi dari anggota saya yang bersangkutan patah kaki, namun untuk lebih jelasnya masih ditangani medis," kata Siti Nurinsana, Minggu (24/11/2019).

Sementara Kanit Lakalantas Satlantas Polres Tulungagung Iptu Dion Fitrianto mengatakan, kecelakaan berawal saat ambulans tersebut hendak pulang ke RSUD dr Soedomo Trenggalek usai mengantarkan jenazah ke Banyuwangi.

Dengan kecepatan sedang ambulans melaju dari arah Blitar menuju ke Tulungagung/Trenggalek. Namun saat sampai di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, pengemudi lepas kendali sehingga kendaraan oleng ke kanan dan menabrak pohon. "Kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan," ujarnya.

Dion menambahkan, kecelakaan diduga terjadi akibat faktor pengemudi yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh. Saat ini pengemudi telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis."Kejadian ini masih dalam penanganan Unit Lakalantas Satlantas Polres Tulungagung," kata Dion.

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek Sujiono membenarkan adanya kecelakaan tersebut. "Itu sudah mau pulang, jadi kondisi ambulans sudah tidak ada jenazah atau pasien. Kami masih cek bagaimana kondisi pengemudinya," kata Sujiono.#nur_cgo
 
Sumber, berita Indonesia 

Kamis, 21 November 2019

Tercemarnya Sungai Di Pesisir Watulimo Akibat Apa?

 Tercemarnya Sungai Di Pesisir Watulimo Akibat Apa?

Menurutnya untuk mengatasi persoalan limbah cair tersebut membutuhkan penanganan khusus dan berbeda dibandingkan limbah rumah tangga pada umumnya. Saat ini pemerintah daerah mengaku telah membangun instalasi pengolahan air limbah (Ipal) komunal yang bisa digunakan untuk beberapa pengusaha sekaligus.

Caping Gunung Indonesia - Pencemaran sungai di pesisir selatan Kecamatan Watulimo masih terus terjadi. Beberapa sungai melintasi kawasan pemindangan ikan laut kondisinya cukup parah. Bahkan warna air telah berubah menjadi hitam pekat.

Salah satunya seperti yang terjadi di Sungai Ngemplak Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo. Aliran sungai yang berada di sisi barat Pantai Prigi jauh dari kesan jernih. Kondisinya juga diperparah dengan munculnya bau khas pengolahan ikan. Sungai tersebut bermuara di kawasan Teluk Prigi.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengakui adanya kondisi sungai yang tercemar itu. Menurutnya pencemaran sungai di Pesisir Watulimo rata-rata diakibatkan limbah pengolahan ikan."Ini dari pindang bukan konveksi. Jadi siraman air untuk pemindangan (yang dibuang ke sungai)," kata Bupati Mochammad Nur Arifin, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya untuk mengatasi persoalan limbah cair tersebut membutuhkan penanganan khusus dan berbeda dibandingkan limbah rumah tangga pada umumnya. Saat ini pemerintah daerah mengaku telah membangun instalasi pengolahan air limbah (Ipal) komunal yang bisa digunakan untuk beberapa pengusaha sekaligus.

"Nantinya para pengusaha (yang melakukan pengolahan di rumah) kami harapkan memiliki semacam bunker untuk menampung air limbah. Selanjutnya air itu dibawa ke Ipal untuk diolah," ujarnya.Namun Arifin mengakui saat ini fasilitas Ipal komunal tersebut masih belum dijalankan. Sebab baru dibangun dan masih dalam tahap pemeliharaan. Selain itu sebagian pengusaha pemindangan ikan belum memiliki bunker seperti yang diharapkan.

"Ipal sudah (ada), kemudian baru beberapa (pengusaha) yang punya penampungan," jelasnya.

Sementara itu Camat Watulimo, Edi Santoso, mengatakan keberadaan Ipal komunal tersebut berada di kawasan Bengkorok, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Fasilitas seluas 9 hektare tersebut rencananya akan terus dikembangkan untuk menampung usaha pengolahan ikan."Itu bukan hanya Ipal saja tapi juga sentra pengolahan pemindangan secara komunal. Saat ini ada tiga pengusaha yang bergabung," kata Edi.

Terkait usaha pengolahan ikan yang saat ini banyak dijalankan di perkampungan, pemerintah kecamatan dan daerah akan melakukan upaya pendekatan agar mereka mau bergabung dengan sentra pengolahan komunal.

"Kalau yang enggan bergabung maka mereka harus membuat bunker atau penampungan limbah cair dan mau membawa ke Ipal," jelas Camat Watulimo.#nur_cgo
 
Sumber, berita Indonesia

Selasa, 19 November 2019

Paru-Paru Pria Ini Menghitam Setelah 30 Tahun Merokok

Paru-Paru Pria Ini Menghitam Setelah 30 Tahun Merokok

Paru-paru ini milik seorang pria di China berusia 52 tahun yang meninggal karena mengidap beberapa masalah paru-paru.
Caping Gunung Indonesia - Sebuah video mengejutkan menunjukkan paru-paru menghitam dari seorang perokok yang sudah melakukan kebiasaan buruknya selama 30 tahun. Residu dari tembakau rokok menyumbat paru-paru itu sehingga warnanya tak lagi merah muda.

Paru-paru ini milik seorang pria di China berusia 52 tahun yang meninggal karena mengidap beberapa masalah paru-paru. Video ini direkam oleh ahli bedah di Wuxi People's Hospital di Jiangsu, China dan menjadi viral setelah ditonton 25 juta kali di media sosial.

Diawali dari pasien yang telah mendaftarkan dirinya untuk mendonorkan organnya setelah meninggal. Namun setelah meninggal dinyatakan mati otak dan paru-parunya akan didonasikan, petugas medis menyadari ada yang tidak beres. "Tes indeks oksigenasi awal menyatakan baik-baik saja, tetapi ketika kami mengambil organnya, kami menyadari bahwa kami tidak akan dapat menggunakannya," ujar dr Chen, dokter ahli bedah sekaligus yang memimpin operasi pada pria itu dikutip dari Daily Mail.Prof Peter Openshaw dari Institut Jantung dan Paru Nasional di China mengatakan bahwa pria tersebut mengalami emfisema paru-paru. Ini mengakibatkan terjadinya peradangan sehingga membuatnya sesak napas.

Dalam unggahan video, dr Chen menuliskan tagar 'jieyan' yang artinya 'berhenti merokok. "Lihatlah paru-paru ini, apakah kamu masih berani merokok?" tulisnya.

Tim medis pun memutuskan untuk menolak paru-paru pria tersebut untuk transplantasi. Hal ini menjadi pengingat bagi para perokok untuk bertindak cepat berhenti merokok sebelum paru-parunya menjadi hitam seperti itu.#nur_cgo
 
Sumber, berita Indonesia 
Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate