Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Senin, 20 Mei 2019

Dilaporkan Hilang, Balita Di Kediri Tewas Tercebur Sumur

Dilaporkan Hilang, Balita Di Kediri Tewas Tercebur Sumur

Selang beberapa menit kemudian, ayah korban memilih membersihkan motor dan tidak memperhatikan aktivitas anaknya. Dari kelalaian inilah, korban tiba-tiba menghilang, hingga ayah korban mencari ke rumah kakeknya yang berada di utara rumah yang jaraknya berkisar 5 KM.
Caping Gunung Indonesia - Sempat dilaporkan hilang oleh orang tuanya, Ahmad Zafran Al Gibran (3) ternyata ditemukan tewas. Balita tersebut ditemukan tewas di dalam sumur milik tetangga.

Putra pasangan Kemal Tri Lawan (27) dan Saeofah, warga Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, ditemukan tewas di dalam sumur milik Sumut yang juga tetangga korban, Senin (20/5/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Bripka Erwan Subagiyo, Kasie Humas Polsek Pagu membenarkan peristiwa itu."Korban Ahmad Zafran ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB di sumur milik sumur tetangganya dengan kondisi sudah meninggal dunia. Kejadian ini dilaporkan ke Mapolsek Pagu guna ditindaklanjuti " kata Erwan.

Kejadian ini berawal sekitar pukul 09.00 WIB, korban masih bersama kedua orang tuanya. Ibu korban, Saeofah, kemudian pergi ke pasar. Dan korban ditinggal bersama ayahnya di rumah.

Selang beberapa menit kemudian, ayah korban memilih membersihkan motor dan tidak memperhatikan aktivitas anaknya. Dari kelalaian inilah, korban tiba-tiba menghilang, hingga ayah korban mencari ke rumah kakeknya yang berada di utara rumah yang jaraknya berkisar 5 KM.

Namun, pencarian korban tidak membuahkan hasil hingga ayah korban meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Akan tetapi pencarian tak membuahkan hasil.

"Dari sinilah, orang tua melapor ke Polsek Pagu sekitar pukul 12.30 WIB. Dan keesokan harinya, sekita pukul 03.00 Wib, korban sudah ditemukan dalam kondisi tewas dan mengapung di sumur milik Sumut tetangganya, dari keterangan kedua orang tua korban dan para saksi, keseharianya korban dikenal sangat hiperaktif " imbuh Erwan.Erwan menambahkan orang tua korban mengaku lalai dalam menjaga anaknya. Untuk hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Kayen Kidul, tidak didapati luka akibat aniaya dan meninggal dunia diduga murni tercebur sumur.

"Dari situ pula diambil kesepakatan, dari keluarga korban menerima atas kematian anaknya dan dinilai sebagai musibah. Pihak keluarga korban juga tidak berkenan korban diautopsi dan tidak akan melakukan tuntutan atau upaya hukum apapun dengan disertai surat pernyataan," pungkasnya.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Malaysia Himbau Warganya Tidak Mendekati Demo 22 Mei Di Indonesia

 
Malaysia Himbau Warganya Tidak Mendekati Demo 22 Mei Di Indonesia
 "Pejabat kepolisian Indonesia secara terbuka menyebutkan risiko terorisme yang meningkat sehubungan dengan finalisasi hasil pemilu, dan media telah melaporkan penangkapan orang Indonesia baru-baru ini atas tuduhan terorisme,"
Caping Gunung Indonesia - Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta memberi peringatan kepada warganya terkait rencana demo pada 22 Mei 2019. Warga Malaysia diminta menjauhi lokasi demo.

Peringatan itu disampaikan lewat 'Notis Konsular' yang disampaikan pada 18 Mei 2019. Kedubes Malaysia mengutip berita di media yang menyebu akan ada demo besar di sekitar KPU dan Bawaslu pada 22 Mei 2019 saat rekapitulasi Pemilu 2019 selesai. Demo juga direncanakan terjadi di KPU dan Bawaslu di kota-kota lain.

"Warga Malaysia di Indonesia disarankan untuk menjauhi daerah yang terkena dampak. Harap ikuti perkembangan media lokal dan jangan percaya pada informasi yang diragukan kebenarannya," demikian bunyi Notis Konsular Kedubes Malaysia seperti dikutip detikcom, Senin (20/5/2019). Warga Malaysia juga diminta untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang dari waktu ke waktu. Kedubes Malaysia juga meminta warganya menghubungi bila membutuhkan bantuan. Sebelumnya, peringatan terkait demo 22 Mei juga dikeluarkan kedubes negara lainnya seperti Amerika Serikat dan Singapura. Dalam peringatan dari AS, disebutkan pejabat kepolisian Indonesia secara terbuka menyebut risiko terorisme yang meningkat sehubungan dengan finalisasi hasil pemilu. Kedubes AS juga menyebut soal adanya kemungkinan demonstrasi di KPU dan Bawaslu.

"Pejabat kepolisian Indonesia secara terbuka menyebutkan risiko terorisme yang meningkat sehubungan dengan finalisasi hasil pemilu, dan media telah melaporkan penangkapan orang Indonesia baru-baru ini atas tuduhan terorisme," tulis peringatan itu. "Demonstrasi dimungkinkan (terjadi) di kantor terkait pemilihan dan situs publik lainnya di Jakarta pusat, termasuk kompleks KPU di Menteng dan Badan Pengawas Pemilu (dikenal sebagai Bawaslu) di Jalan Thamrin. Demonstrasi juga dapat terjadi di kantor terkait pemilihan di kota-kota lain, termasuk Surabaya dan Medan," sambung Kedubes AS. #nur_cgo
Sumber, Berita Indonesia

Ada Asuransi Khusus Mudik, Pentingkah?



Caping Gunung Indonesia - Libur Lebaran tinggal sebentar lagi, pulang ke kampung halaman juga harus berhati-hati dan selamat sampai tujuan. Hal ini berlaku untuk seluruh pemudik yang menggunakan angkutan pribadi maupun angkutan umum.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menjelaskan agar mudik bisa lebih nyaman dan tidak khawatir, pemudik bisa membeli proteksi tambahan dengan asuransi. Misalnya asuransi perjalanan yang bisa memberikan santunan jika nasabah meninggal atau mengalami kecelakaan saat mudik.

"Kalau mudik bisa membeli asuransi perjalanan, manfaatnya adalah santunan jika nasabah meninggal dan cacat akibat kecelakaan," kata Andy, Senin (20/5/2019).

Dia menambahkan, asuransi perjalanan biasanya dijual dengan jangka waktu yang beragam ada yang beberapa hari, 2 minggu hingga 1 bulan. Untuk asuransi perjalanan, biasanya menutup biaya kehilangan bagasi sampai biaya keterlambatan.

"Perlindungannya ya berlaku selama mudik 2 minggu sampai 1 bulan. Selain itu juga ada asuransi kecelakaan diri saat mudik, mirip dengan asuransi perjalanan tapi tidak ada fitur penggantian biaya bagasi atau delay," jelas dia.

Menurut dia, dengan asuransi maka ada uang pertanggungan yang akan didapatkan ketika mengalami kecelakaan saat perjalanan. Memang, Andy menjelaskan tak ada orang yang ingin celaka. Namun dengan asuransi, risiko-risiko bisa teralihkan.

Direktur Utama Adira Insurance Julian Noor menjelaskan asuransi untuk mudik akan memberikan perlindungan untuk pemudik dari berbagai risiko seperti kecelakaan, kehilangan kendaraan, kehilangan dokumen dan barang bawaan pribadi saat perjalanan.

"Hingga kebakaran atau pencurian rumah yang ditinggal saat mudik. Asuransi mudik ini memang sengaja dibuat agar masyarakat terlindungi dengan premi terjangkau namun jaminan proteksi yang baik," kata Julian.
#nurul_cgo
 
 
Sumber, Berita Indonesia 
 

Hukuman Bagi Motor Berknalpot "Broong"

 
Hukuman Bagi Motor Berknalpot "Broong"
 

 
Caping Gunung Indonesia - Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek mengamankan belasan sepeda motor berknalpot 'brong' saat melakukan razia cipta kondisi saat malam Ramadhan. Untuk mengambil motor yang diamankan petugas, para pemilik diwajibkan mengikuti sidang dan mengganti knalpot dengan yang standar.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Trenggalek Iptu Suwanan mengatakan, razia tersebut digelar di kawasan Trenggalek Kota pada tengah malam hingga menjelang sahur. Hasilnya, polisi mendapati belasan remaja yang melakukan aksi geber-geber sepeda motor dengan mengitari alun-alun.

"Yang jelas aksi itu mengganggu ketertiban umum dan rawan laka, nah karena sepeda motor banyak yang pakai kanlpot brong yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan tidak dilengkapi surat maka kami amankan. Total ada 12 sepeda motor yang kami amankan," ujar Iptu Suwanan, Minggu (19/5/2019).

Selain mengamankan kendaraan, pihaknya juga menjatuhkan sanksi tilang kepada seluruh pelanggar dan harus mengikuti proses persidangan pengadilan. Apabila para pemilik kendaraan telah mengikuti sidang dan membayar denda yang diputus majelis hakim, maka mereka dapat mengajukan permohonan pengambilan kendaraan.

Namun pada saat pengambilan kendaraan, para pelanggar diwajibkan mengganti knalpot brong yang terpasang dengan knalpot standar kendaraan. Agar tidak dilakukan penyalahgunaan kembali, knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dihancurkan aparat kepolisian.

"Proses penggantian dilakukan saat pengambilan di halaman Polres Trenggalek. Ini kami lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pengguna kendaraan agar mematuhi aturan. Pakai knalpot brong seperti itu rawan sekali mengganggu kenyamanan warga, apalagi kalau malam hari," pungkasnya.     #nurul_cgo


Sumber, Berita Indonesia

Seorang Remaja Di Trenggalek Tewas Dianiaya


Seorang Remaja Di Trenggalek Tewas Dianiaya

 
Caping Gunung Indonesia - Seorang remaja tewas saat menjalani perawatan di Puskesmas. Korban diduga tewas setelah mengalami penganiayaan.

Salah seorang warga Suratno mengatakan, korban bernama Deni Kurnia Sandi (17) warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek. Menurutnya korban dianiaya sekelompok remaja di kawasan Taman Balai Kota Panggul.

"Tadi malam itu saya kebetulan lewat di depan taman, nggak tahu kalau ada kasus itu. Saya kira kalau hanya ramai-ramai malam Minggu. Ternyata pagi tadi dapat kabar kalau tetangga saya meninggal diduga dikeroyok," kata Suratno, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya dari cerita nenek korban, pada waktu santap sahur Deni dijemput belasan remaja yang mengaku temannya. Selanjutnya korban dibawa secara beramai-ramai. "Ada kerabat korban yang curiga, sehingga kemudian diikuti," imbuhnya.

Ia melanjutkan, pascamengalami penganiayaan korban sempat dilarikan ke Puskesmas Panggul untuk menjalani perawatan medis. Namun sayang, sekitar pukul 5.00 WIB korban akhirnya meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana membenarkan adanya dugaan kekerasan tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus itu. "Saat ini korban kami bawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk proses autopsi. Dugaannya memang korban tewas karena kekerasan benda tumpul," katanya.

Menurut Andana, dari proses penyelidikan diketahui terdapat beberapa luka pada tubuh korban. Terutama pada bagian kepala.  #nurul_cgo 

Sumber, Berita Indonesia

Gaya Busana Yang Cocok Untuk Lebaran Untuk Tahun Ini


Gaya Busana Yang Cocok Untuk Lebaran Untuk Tahun Ini
 

Caping Gunung Indonesia - Sudah mempersiapkan pakaian untuk Lebaran nanti? Tak ada salahnya mempersiapkan tampilan terbaik untuk hari yang fitri. Apalagi, Idul Fitri selalu dijadikan momen untuk bersilaturahmi, bertemu sanak saudara yang lama tak berjumpa.

Memilih busana untuk Hari Raya tak bisa sembarangan. Jangan sampai, kamu mengutamakan tampil gaya dan mengabaikan beberapa prinsip yang merusak kenyamananmu selama bersilaturahmi.

Berikut adalah lima gaya yang sebaiknya kamu hindari saat Lebaran nanti.
1. Memakai Baju Ketat

Ingin mencuri atensi, tak selamanya harus dengan memakai baju yang seksi. Hindari baju yang terlalu menonjolkan lekuk tubuhmu. Selain baju yang terlalu ketat terlihat kurang sopan untuk hari yang fitri, baju ketat juga membuat tubuh kurang nyaman.Sudah mempersiapkan pakaian untuk Lebaran nanti? Tak ada salahnya mempersiapkan tampilan terbaik untuk hari yang fitri. Apalagi, Idul Fitri selalu dijadikan momen untuk bersilaturahmi, bertemu sanak saudara yang lama tak berjumpa.

2. Memakai Gaya Hijab Lebih dari 5 Pentul

 Gaya hijab tumpuk dengan seribu pentul sudah tak lagi tren. Lupakan gaya hijab berbentuk bunga di kepala, pilih gaya yang lebih sederhana. Hijab segi empat atau pashmina bisa jadi pilihan untik Hari Raya yang nyaman dan syahdu.

3. Memilih Bahan yang Tebal

Tampil extravagan memang tak ada salahnya, tapi jangan sampai membuatmu tidak nyaman. Beberapa bahan memang terlihat eksklusif dipakai di Hari Raya, tapi pastikan tidak membuatmu gerah saat harus hilir mudik bersilaturahmi ke rumah saudara.

4. Memakai Aksesori Berlebihan 

Suka memakai aksesori di kepala? Usahakan jangan lebih dari satu jenis ya. Saat Lebaran, kita biasanya sering bersalaman. Hindari aksesori yang merepotkanmu seperti anting yang terlalu berat atau kalung yang terlalu besar.

5. Memakai Busana Berdetail Rumit

Tampil berbeda saat Lebaran tentu sah-sah saja. Namun sebaiknya hindari busana dengan detail yang terlalu rumit dan mengganggu aktivitas.. Contohnya saja detail lengan lonceng yang harus dikenakan ekstra hati-hati agar tidak kotor saat makan bersama.  #nurul_cgo


Sumber, Berita Indonesia

Pasutri Diserang, Istri Dibunuh Dan Dimasukkan Karung


 
 
Caping Gunung Indonesia - Pasangan suami istri Feri (30) dan Jihan Nur Sofia (28) di Kabupaten Bandung diserang di rumahnya. Suami terkena sabetan senjata tajam di leher, sementara istri tewas dan jasadnya dimasukkan ke dalam karung.

Insiden berdarah itu terjadi di Komplek Griya Bandung Indah (GBI) Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada Minggu (19/5) malam. Sang istri sempat dicari dan baru ditemukan di dalam karung pada Senin (20/5/2019) dini hari.

Salah seorang warga, Martha (28) mengaku tak tahu awal mula kejadiannya. Akan tetapi, berdasarkan cerita ayahnya, pada Minggu malam terjadi keramaian di depan rumah Feri. "Kebetulan kami kemarin itu lagi di Gereja. Nah ayah saya lagi memarkirkan mobil lalu melihat Kang Feri keluar rumah sambil ngejar orang," ucap Martha saat diwawancarai di warung sayuran yang tak jauh dari kediaman Feri.

Martha melanjutkan berdasarkan informasi yang dia terima, insiden berdarah itu berawal saat satu orang pelaku datang ke rumah tersebut kemarin petang. Menurutnya, Jihan lebih awal dibunuh. "Katanya istrinya dulu yang dibunuh, terus dimasukkin ke dalam karung lalu disimpan di belakang dekat kandang kucing," ucap Martha.

Beberapa jam setelahnya, Feri keluar rumah sambil memegang lehernya yang dipenuhi darah. Feri lantas berusaha mengejar pelaku yang berlari ke arah selatan. "Pelakunya satu orang. Kang Feri sempat minta tolong warga sambil ngejar pelaku, cuma keburu sudah jauh. Kang Feri terus dibawa ke rumah sakit," katanya.

Saat itu, keluarga Feri datang dan membersihkan bercak darah yang bercecer di jalan. Sambil membersihkan, keluarga mencari keberadaan istri Feri. "Keluarganga itu mencari di rumahnya. Baru ketahuan saat dicari di belakang rumah dekat kandang kucing. Ada karung, ketika dibuka ternyata istrinya Kang Feri sudah meninggal," tuturnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, rumah Feri yang bercat hijau kini sudah diberi garis polisi. Di depan rumah terparkir mobil jenis Carry. Sementara di balik pagar rumah satu lantai, terlihat sebuah motor matic terparkir. Kondisi rumah tampak kosong. Lampu bagian garasi menyala.

Kediaman Feri sendiri berada di area jalan utama komplek tersebut. Rumahnya berada tepat di depan masjid Ulul Albab.   #nurul_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate