Matur suwun sampun kersa rawuh wonten mriki. Mugi-mugi panjenengan tahsah pinaringan wilujeng mboten wonten rubeda punopo. Amiin.

Sabtu, 21 Desember 2019

Pemecahan Rekor Muri Tari Massal Batik Sibori di Trenggalek

Pemecahan Rekor Muri Tari Massal Batik Sibori di Trenggalek

Bertempat di Alun-Alun Kota Trenggalek, sekitar lebih dari 7000 pendidik melakukan Tarian Massal Sibori dan Batik untuk memecahkan rekor muri Indonesia.
Pemecahan Rekor Muri Tari Massal Batik Sibori di Trenggalek
Caping Gunung Indonesia - Sabtu (21/12/2019) menjadi hari yang bersejarah untuk HIMPAUDI dan IGTKI Kabupaten Trenggalek, tidak hanya itu terdapat juga guru dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK.

Bertempat di Alun-Alun Kota Trenggalek, sekitar lebih dari 7000 pendidik melakukan Tarian Massal Sibori dan Batik untuk memecahkan rekor muri Indonesia.
 Acara dimulai sekitar pukul 08.00, sebelum acara Pemecahan rekor dimulai terlebih dahulu ada sambutan dari Ibu Ketua PKK yaitu Ibu Novita Hardini yang mengajak para pendidik untuk bangga memakai batik Sibori karena ini adalah batik khas Trenggalek, selain itu Batik ini juga murah serta cantik jika dipakai siapa saja.#nur_cgo
Pemecahan Rekor Muri Tari Massal Batik Sibori di Trenggalek




Sumber, berita Indonesia 



Senin, 16 Desember 2019

PLN Ponorogo Alami Kerugian 1 Miliar Akibat Pencurian Listrik

PLN Ponorogo Alami Kerugian 1 Miliar Akibat Pencurian Listrik

Disinggung soal pelanggan yang melakukan pelanggaran, PLN masih menerapkan sanksi administratif. Tidak ditindak secara hukum pidana."Kami LN masa tega kepada pelanggan 450 VA atau 900 VA kalau dipidanakan. Kami berikan sanksi administratif berupa tagihan susulan," papar Redi.
Caping Gunung Indonesia - PLN UP3 Ponorogo menderita kerugian Rp 1 miliar akibat pencurian listrik. Pelaku pencurian adalah pelanggan listrik rumah tangga yang masih disubsidi.

"Pencurian kebanyakan dari rumah tangga, pelanggan 450 VA dan 900 VA," tutur Manager PLN UP3 Ponorogo Redi Zusanto , Senin (16/12/2019).

Menurut Redi, pencurian tersebut terjadi dari bulan Januari hingga September 2019. Biasanya dilakukan oleh warga yang 'nyantol' listrik saat hajatan ataupun nge-las. Padahal pencurian listrik mempunyai risiko tersendiri. Terutama bahaya travo meledak atau bahaya tersetrum. "PR kami adalah harus melakukan sosialisasi lebih masif lagi kepada masyarakat agar tidak terjadi lagi pencurian," kata Redi.

Redi menambahkan saat ini pihaknya melakukan penyebaran poster dan brosur kepada masyarakat terkait keselamatan lingkungan dan pelarangan pemakaian listrik ilegal.

Disinggung soal pelanggan yang melakukan pelanggaran, PLN masih menerapkan sanksi administratif. Tidak ditindak secara hukum pidana."Kami LN masa tega kepada pelanggan 450 VA atau 900 VA kalau dipidanakan. Kami berikan sanksi administratif berupa tagihan susulan," papar Redi.

Redi menjelaskan PLN UP3 Ponorogo bersama Kabupaten Trenggalek dan Pacitan mengalami kerugian sebesar Rp 3 Miliar atau sebesar 3,8 juta Kwh.

"Pemegang rekor paling banyak pencurian listrik di Pacitan," pungkas Redi.#nur_cgo



Sumber, Berita Indonesia

Sabtu, 14 Desember 2019

Penggali Kubur Ini Jadi Kades, dan Kalahkan 3 Kandidat Lainnya

Penggali Kubur Ini Jadi Kades, dan Kalahkan 3 Kandidat Lainnya

Kemenangan Muji menjadi ukiran sejarah demokrasi di Desa Pagerwojo. Karena sebuah kemenangan yang murni dari aspirasi warga yang menghendaki pemimpin yang bersih dan jujur.
Caping gunung Indonesia - Nama Mujiadi menjadi perbincangan di komunitas kades Kabupaten Blitar. Lulusan STM bangunan ini mengalahkan tiga kandidat bertitel sarjana dalam Pilkades serentak.

Dalam Pilkades pada 12 Oktober lalu, ia mendapatkan 1.284 suara dari sekitar 6.000 daftar pemilih di desanya. Unggul 82 suara dari raihan incumbent yang maju lagi sebagai calon Kades Pagerwojo, Kecamatan Kesamben."Saya ndak ada persiapan apa-apa. Begitu didaftarkan, ya tetap macul sawah atau makam tiap hari. Gak pakai acara ngumpul-ngumpul seperti calon lainnya," ungkapnya pada detikcom, Sabtu (14/12/2019).Sekalinya mengumpulkan warga, Muji malah mengaku kurang nyaman. Masalahnya, dia tidak pernah memakai bahasa Indonesia saat berbincang dalam keseharian. Selain itu, lelaki 50 tahun ini kerap dihinggapi penyakit demam panggung. Kekurangan itu membuat Muji tidak berharap banyak menang di Pilkades."Ya itu lho Mbak. Padahal sudah saya catat. Tapi begitu mau ngomong di depan orang itu, jaaann ilang kabeh (bisa hilang semua) yang di kepala itu," jawabnya.

Kemenangan Muji menjadi ukiran sejarah demokrasi di Desa Pagerwojo. Karena sebuah kemenangan yang murni dari aspirasi warga yang menghendaki pemimpin yang bersih dan jujur.Seorang warga Dusun Dawung, Dwi Hari mengaku suatu kejutan besar Muji menang di Pilkades. Pasalnya, lawan-lawan dia di ajang pemilihan itu berat. Selain semua jago orasi dengan titel sarjana, para kandidat tak segan membagi uang untuk menggalang dukungan. "Saya gak mengira Pak Muji bisa menang. Dia bukan kader partai dan tidak pakai uang sama sekali untuk cari dukungan. Jadi, warga desa makin cerdas memilih pemimpin sekarang," pungkasnya.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 

Jumat, 13 Desember 2019

Penderitaan Warga Riau Yang Tak Kunjung Berakhir, Asap Ketika Kemarau Hingga Banjir Saat Hujan Tiba

Penderitaan Warga Riau Yang Tak Kunjung Berakhir, Asap Ketika Kemarau Hingga Banjir Saat Hujan Tiba

 Baru terhitung dua bulan, masyarakat Riau terbebas dari kabut asap pekat imbas Karhutla. Asap hilang karena musim penghujan telah tiba. Derita jutaan rakyat terpapar asap, masih belum lupa dari ingatan. Kini derita kembali menyambung di musim hujan banjir di mana-mana.
Caping Gunung Indonesia - Inilah derita panjang masyarakat Riau imbas lingkungan yang dirusak, ketika musim kemarau, rakyat menderita imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Musim penghujan, banjir pun datang.

Baru terhitung dua bulan, masyarakat Riau terbebas dari kabut asap pekat imbas Karhutla. Asap hilang karena musim penghujan telah tiba. Derita jutaan rakyat terpapar asap, masih belum lupa dari ingatan. Kini derita kembali menyambung di musim hujan banjir di mana-mana.

Musim kemarau, Agustus hingga September sebagai puncak terjadinya asap mengepung Riau. Gubernur Riau, Syamsuar yang baru menjabat belum genap setahun pun gagal mempertahakan Riau bebas asap sebagai mana tiga tahun sebelumnya secara berturut tanpa asap. Saat puncak asap, di mana masyarakat yang terpapar jatuh sakit, Syamsuar bersama istrinya malah sempat ke Thailand dengan dalil ada undangan bicara investasi.
Pemprov Riau lambat menetapkan status darutat asap. Penetapan darurat asap justru dilakukan sepekan menjelang Riau memasuki musim penghujan. Kepergian Syamsuar dan istrinya ke Thailand sempat menjadi sindiran Mendagri kala itu. Syamsuar disindir sensitivitasnya karena pergi ke luar negeri saat rakyatnya terpapar asap.

"Harusnya dia punya empati sensitivitaslah, masyarakat lagi menderita, ya tunda kalau hanya sekedar liat pameran," kata Mendagri Tjahjo Kumulo kala itu Selasa (24/9/2019).Masyarakat Riau saat dikepung asap terjadi kepanikan luar biasa. Sekolah hingga perguruan tinggi ramai-ramai meliburkan aktivitas belajar mengajar. Bandar Sultan Syarif Kasim Pekanbaru sempat terganggu jadwal penerbangan karena pesawat tidak bisa mendarat. Bandara Pinang Kampai di Dumai malah sempat tutup.

Kini musim penghujan, banjir melanda Riau. Di Kabupaten Rohul seorang bocah tewas terseret banjir. Disusul lagi anak usia 2 tahun tewas mengapung pematang sawah karena banjir di Kabupaten Kuansing. "Masyarakat terus menderita saat musim kemarau dan musim penghujan. Ini ada yang salah dalam kebijakan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah," kata Direktur Scale Up Dr Rawa El AmadyKebijakan nasional yang dikritisi aktivis lingkungan ini, soal pemberian izin berdalil investasi untuk perkebunan sawit dan hutan tanaman industri yang dianggap berlebihan. Pemberian izin tersebut dinilai telah merambah kawasan hutan menjadi tanaman monokultur yang tidak lagi bisa menjadi kawasan tangkapan air.

"Kebijakan nasional yang memberikan izin pelepasan kawasan hutan untuk investasi perkebunan sawit dan sebagainya harus segera dihentikan. Pemerintah daerah juga mestinya tidak merekomendasikan seluruh kawasan hutannya untuk dijadikan perkebunan sawit, hutan tanaman industri atau izin pertambangan lain yang mesti menghancurkan hutan yang tersisa," kata Rawa.Banjir yang terjadi saat ini, sambungnya, imbas dari lajunya deforestasi yang tak terkendali baik di Riau maupun provinsi tetangga Sumut dan Sumbar. Sejumlah aliran sungai di Riau, bagian hulunya ada di dua provinsi tersebut.

"Di sinilah perlunya sinergitas kepala daerah untuk sama-sama menghijaukan kembali kawasan hutan yang telah rusak. Tanpa ada kerjasama antara Pemprov Riau, Sumbar dan Sumut, mustahil persoalan kerusakan lingkungan bisa diatasi. Banjir akan tetap menghantui," kata Rawa.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 

Kamis, 12 Desember 2019

Pembunuh Ilyas Akhirnya Terungkap dan Masih Diburu

Pembunuh Ilyas Akhirnya Terungkap dan Masih Diburu

 Sebelumnya diberitakan, Ilyas Setiawan (27) diduga dibunuh di perkebunan kelapa sawit di Serawak, Malaysia. Polri menyampaikan identitas pembunuh Ilyas sudah diketahui oleh Kepolisian Malaysia dan sedang diburu.
Caping Gunung Indonesia - Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menangkap pembunuh Ilyas, TKI asal Trenggalek, Jawa Timur (Jatim). Pelakunya ternyata sesama TKI berinisial H asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Polisi Diraja Malaysia Sudah menangkap pelaku, saat ini sedang dilakukan pendalaman. Tersangka berinisial H, sama-sama WNI," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Asep mengatakan, berdasarkan informasi dari KJRI di Malaysia, Ilyas dan tersangka H terlibat pertengkaran hingga akhirnya terjadi peristiwa pembunuhan. Pertengkaran itu dipicu hal sederhana karena berdebat soal giliran masak di tenda pekerja kebun."Motif sementara diduga karena pertengkaran tentang giliran masak makan pagi di barak pekerja ladang. Antara korban dan pelaku saling kenal, satu tempat kerja," jelas Asep.

Sebelumnya diberitakan, Ilyas Setiawan (27) diduga dibunuh di perkebunan kelapa sawit di Serawak, Malaysia. Polri menyampaikan identitas pembunuh Ilyas sudah diketahui oleh Kepolisian Malaysia dan sedang diburu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan pihak KJRI Kuching sendiri tahu tentang kejadian pembunuhan ini pada Jumat (6/12). KJRI menerima informasi dari Ketua Polis Daerah (KPD) Serian, Sarawak, Malaysia, DSP Aswandi Anis."Bahwa telah terjadi tindak pidana pembunuhan dengan korban diduga WNI, mengingat pada tubuh korban telah ditemukan KTP terbitan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur," ujar Argo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tadi pagi.

Jasad Ilyas ditemukan pada Kamis (5/12) sekitar pukul 15.00 waktu setempat di Ladang Kelapa Sawit, Kampung Abit Ensebang Plaie, Serian. Saat ditemukan, jasad dalam kondisi terluka di bagian leher belakang sepanjang kurang-lebih 9 cm.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia

Selasa, 10 Desember 2019

Trenggalek Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Trenggalek Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

"Kami mencoba membuat acara yang di mana isinya mengenai penguatan perempuan yang memegang posisi sentral, seperti kepala desa, camat dan yang lainnya, semuanya hadir di sini, kemudian juga para pengusaha yang ada di desa semuanya hadir, yang tujuannya untuk menjadi agen perubahan," katanya dalam keterangan tertulis.
Caping gunung Indonesia - Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) sekaligus Istri Bupati Trenggalek, Novita Hardini Mochamad mengajak perempuan di Trenggalek menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Apalagi perempuan menempati posisi sentral dalam keluarga.
"Kami mencoba membuat acara yang di mana isinya mengenai penguatan perempuan yang memegang posisi sentral, seperti kepala desa, camat dan yang lainnya, semuanya hadir di sini, kemudian juga para pengusaha yang ada di desa semuanya hadir, yang tujuannya untuk menjadi agen perubahan," katanya dalam keterangan tertulis.

Saat menjadi narasumber di seminar perempuan dalam peringatan Hari Ibu di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (9/12), dia berharap para ibu bisa menjadi agen perubahan masyarakat dengan membantu para mentor Sepeda Keren untuk mengubah paradigma masyarakat di desa, khususnya untuk melihat peluang yang bisa dilakukan melalui peran perempuan.Dia juga mendorong Puspa berperan mengoptimalkan Dinas Sosial, visi misi kepala daerah, non government sehingga semua berkumpul menjadi satu untuk konsen terhadap pemberdayaan manusia.

Menurutnya, permasalahan di Trenggalek masih sama dengan daerah lainnya. Angka stunting masih tinggi, pernikahan dini dan masih banyak. "Masalah-masalah seperti ini perlu kita pecahkan bersama, tentunya dengan dukungan dari semua pihak," tandasnya.Menurut istri Bupati Trenggalek ini pernikahan dini merupakan pintu permasalahan dan udara bagi kemiskinan. Oleh karena itu, esensi pernikahan bukan perkara halal, di dalamnya harus ada cinta dan tanggung jawab yang mungkin belum matang pada usia-usia belia.

Banyak hal lainnya yang ingin coba dikupas oleh Novita maupun narasumber lain dalam kesempatan tersebut, yang tentunya tujuannya adalah penguatan peran perempuan sehingga keluarga bisa lebih berkualitas.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Direktur Women Crisis Center, Sri Wahyuni yang membahas mengenai peran perempuan dalam pembangunan, serta Herdina Indrijati yang menjelaskan terkait dengan parenting.

Bovi Villa aktivis KOMPAK yang menjadi moderator dalam kegiatan ini menyebutkan bawasanya cita-cita Pemerintah Kabupaten Trenggalek adalah penguatan peran perempuan di tengah masyarakat, baik dalam perekonomian maupun pembangunan. Oleh karena itu, Kabupaten Trenggalek telah mendirikan rumah perempuan yang isi didalamnya ada Sepeda Keren dan Musrena Keren.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 

Penemuan Kulit Reptil Di Tubuh Yusuf Masih Diselidiki Polisi

Penemuan Kulit Reptil Di Tubuh Yusuf Masih Diselidiki Polisi

Arif mengatakan sampai saat ini polisi masih terus mencari bagian tubuh balita Yusuf yang hilang. Adapun lokasi penemuan jasad Yusuf dengan day caretersebut berjarak sekitar 4,5 km.
Caping Gunung Indonesia - Polisi menduga balita Muhammad Yusuf Ghazali (4) tewas karena tercebur ke parit yang berada dekat day care Jannatul Athfaal, Samarinda, Kaltim. Hasil pemeriksaan forensik sementara menunjukkan polisi menemukan kulit reptil di tubuh Yusuf sehingga tak menutup kemungkinan organ tubuh Yusuf tak utuh karena dimakan biawak, ular, atau sejenisnya.

"Kita tetap akan dalami apakah ada akibat dari motif lain, tapi kenyataannya memang badannya tidak utuh. Kita sudah koordinasi dan panggil ahli forensik untuk menjelaskan bahwa sementara yang didapat adalah di dalam tubuh anak ini ada kulit reptil. Apakah itu ular, apakah itu biawak, nanti kita ungkap sehingga kemungkinan dalam hanyut yaitu dimakan biawakkah atau memang tertentu tembok-tembok dan batu-batu saja itu terjadi," ujar Kapolresta Kota Samarinda Kombes Arif Budiman saat jumpa pers di Mapolresta Samarinda, Jl Slamet Riady, Selasa (10/12/2019).Arif mengatakan sampai saat ini polisi masih terus mencari bagian tubuh balita Yusuf yang hilang. Adapun lokasi penemuan jasad Yusuf dengan day caretersebut berjarak sekitar 4,5 km.

"Di depan rumah penitipan itu lebih-kurang 20 meter itu ada parit. Kemungkinan anak ini berjalan melihat keluar, anak kecil 4 tahun mungkin tidak lihat parit akhirnya jatuh. Dari jarak antara rumah penitipan ke sini itu lebih-kurang 4,5 km," ucapnya.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Kembali ke atas

Entri Acak

Otomotif _______________________

B o l a _________________________

Zona Anak _____________________

Games dan Anime

Serba-serbi ____________________

Translate